SUKABUMIUPDATE.com - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Samudra Hindia, Selatan Jawa Barat pada Jumat (18/09/2026) pukul 21.36.19 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 5,2 dengan parameter update M5,1.
Episenter gempa berada pada koordinat 8,66° Lintang Selatan dan 105,67° Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 202 kilometer Barat Daya Bayah-Banten, dengan kedalaman 33 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo - Australia.
Baca Juga: Gempa Laut M5,2 di Zona Megathrust dengan Kedalaman 10 Km
Dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault).
Gempa M5,2 Mengguncang 198 Km Barat Daya Bayah. | BMKG.
“Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), di Cianjur, Sukabumi” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc. dalam keterangan resminya.
BMKG melaporkan, hingga pukul 22:00 WIB, dari hasil monitoring menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG juga Himbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu masyarakat untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.














