SUKABUMIUPDATE.com - Seekor sapi betina berbobot sekitar 500 kilogram berhasil dievakuasi dari dasar sumur kering di Kampung Cihaur RT 09/RW 02, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Senin (20/7/2026). Proses penyelamatan tersebut melibatkan personel dari Pos IX Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sagaranten lantaran kedalaman sumur mencapai kurang lebih tujuh meter.
Komandan Regu (Danru) Damkar Pos IX Sagaranten, Iswandi Farid Ma'ruf, menjelaskan bahwa pihak Pos Damkar menerima laporan dari seorang warga bernama A Gojali sekitar pukul 17.00 WIB. Laporan tersebut diterima oleh petugas Ricky Gian Romansyah setelah pemilik mendapati sapi ternaknya terperosok ke sumur tua di area perkebunan yang sudah lama tidak digunakan.
Diketahui, sapi tersebut digembalakan dengan sistem pemeliharaan dilepasliarkan di area terbuka untuk mencari makan sendiri.
Baca Juga: Piala Dunia 2030 Berpotensi Diikuti 64 Negara, Presiden CONMEBOL Bocorkan Rencana FIFA
"Pemilik sapi melihat ternaknya terperosok ke dalam sumur kering, kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pos IX Damkar Sagaranten. Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 17.10 WIB," ujar Iswandi kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (21/7/2026).
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu sekitar 3 jam akibat ukuran sapi yang besar dengan bobot diperkirakan mencapai 500 kilogram, serta kedalaman sumur yang mencapai tujuh meter. Petugas harus menerapkan teknik penyelamatan khusus agar sapi dapat diangkat tanpa mengalami cedera.
"Evakuasi membutuhkan waktu beberapa jam karena kami harus memastikan proses pengangkatan berlangsung aman, baik bagi petugas maupun sapi. Alhamdulillah, sapi berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," katanya.
Baca Juga: 2 Hektare Lahan di Pinggir Tol Bocimi Ciambar Sukabumi Terbakar, Api Padam Usai 4 Jam
Operasi penyelamatan dinyatakan selesai pada pukul 20.12 WIB. Adapun jajaran personel Damkar yang diterjunkan ke lokasi di antaranya Supyadin, Randi Koswara, Abdul Fatah, dan Ricky Gian Romansyah.
Iswandi mengimbau masyarakat agar menutup atau mengamankan sumur-sumur yang sudah tidak digunakan untuk mencegah kejadian serupa, baik terhadap hewan ternak maupun manusia.
"Sumur yang sudah tidak dipakai sebaiknya ditutup atau diberi pengaman agar tidak membahayakan lingkungan sekitar," pungkasnya.

















