SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Desa Puncakmanggis, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, memastikan informasi yang viral di media sosial mengenai dugaan aksi pembegalan di Jalan Werkip, ruas jalan provinsi Sagaranten–Sukabumi, pada Sabtu (18/7/2026), merupakan informasi yang tidak benar.
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah Pemerintah Desa Puncakmanggis bersama Bhabinkamtibmas setelah melakukan penelusuran terhadap peristiwa yang sebenarnya terjadi. Hasilnya, tidak ditemukan adanya aksi pembegalan sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Kepala Dusun Puncakmanggis, Aden Feri, mewakili Pemerintah Desa Puncakmanggis, menegaskan bahwa kejadian yang sempat menghebohkan masyarakat dipicu oleh kesalahpahaman yang melibatkan sejumlah orang dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras.
"Setelah dilakukan klarifikasi bersama pihak kepolisian, tidak ada peristiwa pembegalan di Jalan Werkip. Yang terjadi merupakan kesalahpahaman antara beberapa orang yang dipengaruhi minuman keras sehingga memicu kepanikan warga dan pengguna jalan," ujar Aden Feri kepada sukabumiupdate.com, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Api Nyaris Ludeskan Lahan Alang-Alang di Kawasan Lapang Cangehgar Palabuhanratu
Aden menjelaskan, berdasarkan hasil klarifikasi, peristiwa bermula ketika tiga pemuda berangkat sekitar pukul 16.00 WIB menuju wilayah Jubleg untuk menjual sepeda motor. Setelah sepeda motor tersebut berhasil dijual, uang hasil penjualan justru digunakan untuk membeli minuman keras hingga ketiganya mabuk berat.
Karena salah seorang sudah tidak mampu melanjutkan perjalanan akibat mabuk, ia ditinggalkan oleh dua rekannya yang kemudian pulang menuju Sagaranten melalui Kampung Cibayona, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah.
Di tengah perjalanan, tepatnya di depan sebuah bengkel, salah seorang mengambil beberapa pelek bekas yang berada di luar bengkel. Rekannya sempat menegur, namun karena keduanya berada di bawah pengaruh alkohol, mereka terlibat cekcok saat masih mengendarai sepeda motor.
Akibat kehilangan konsentrasi, keduanya mengalami kecelakaan tunggal hingga garpu depan sepeda motor bengkok. Saat warga berdatangan untuk memberikan pertolongan, salah seorang pemuda yang membawa pelek bekas justru mengacungkan gunting ke arah warga.
"Karena melihat ada orang membawa gunting, salah seorang warga spontan berteriak 'begal'. Teriakan itulah yang kemudian memicu kepanikan dan membuat warga berdatangan ke lokasi," kata Aden.
Baca Juga: Lionel Messi Cetak Sejarah, Jadi Pemain Pertama yang Tampil di Tiga Final Piala Dunia Berbeda
Pemuda yang membawa gunting kemudian melarikan diri ke arah hutan, sedangkan rekannya yang berprofesi sebagai pengemudi ojek tetap berada di lokasi. Warga yang menemukan karung berisi pelek bekas sempat menduga telah terjadi aksi kejahatan sehingga salah seorang pemuda tersebut sempat menjadi sasaran amukan massa.
Namun setelah dilakukan pengecekan, pemilik bengkel memastikan bahwa pelek yang dibawa hanyalah barang rongsokan yang sudah dibuang dan tidak lagi digunakan.
Sementara itu, pemuda yang sempat melarikan diri akhirnya ditemukan keluarganya setelah bersembunyi semalaman di kawasan hutan. Selanjutnya, ia diserahkan ke Polsek Sagaranten untuk dimintai keterangan bersama pihak-pihak lainnya.
Aden Feri juga meluruskan informasi yang beredar dalam video viral. Menurutnya, pria yang terlihat dalam video tersebut bukan korban pembegalan maupun pelaku begal, melainkan seorang pengemudi ojek yang mengantar dua pemuda tersebut dari wilayah Sagaranten menuju Jubleg dengan tarif sekitar Rp100 ribu.
"Jadi yang ada di video viral itu merupakan tukang ojek yang mengantar dua orang tersebut dari Sagaranten ke Jubleg dengan ongkos sekitar Rp100 ribu. Mereka awalnya memang berniat menjual sepeda motor, bukan menjadi korban begal ataupun hendak membegal," jelasnya.
Baca Juga: Aturan Baru Kemenkeu: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ikut dalam Pengawasan Pajak
Setelah seluruh pihak dimintai klarifikasi, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Sagaranten dipastikan tetap aman dan kondusif.
Pemerintah Desa Puncakmanggis mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan mengedepankan klarifikasi kepada pihak yang berwenang sebelum membagikan informasi di media sosial," pungkas Aden Feri.















