SUKABUMIUPDATE.com – Seekor sapi yang hendak dijadikan hewan kurban sempat membuat geger warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Sapi tersebut mendadak lepas dan kabur hingga memaksa warga bersama panitia kurban melakukan pencarian sejak Selasa (26/5/2026) sore hingga Rabu pagi.
Kepala Desa Mekarjaya, Soleh Komarudin, mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa bermula saat truk pengangkut sapi dari wilayah Depok tiba di Yayasan Al-Kamilah untuk menurunkan hewan kurban tersebut.
“Pas mau diturunin langsung loncat, lepas begitu. Terus lari ke kebun dan semak-semak,” kata Soleh kepada awak media, Rabu (27/5/2026).
Soleh menjelaskan, titik awal kaburnya sapi tersebut berada tepat di halaman masjid wilayah Desa Mekarjaya. Sejumlah warga bersama panitia kurban langsung bahu-bahu melakukan penyisiran ke dalam area hutan dan perkebunan hingga pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Sapi Kurban Predator 1,2 Ton dari Prabowo Disembelih di Ponpes Miftahussa’adah Sukabumi.
Namun, lantaran kondisi medan yang sudah gelap gulita dan minim pencahayaan, proses pencarian terpaksa dihentikan sementara pada malam hari demi keselamatan warga.
“Dikejar sampai jam 9 malam, enggak ketemu karena gelap,” ujarnya.
Operasi pencarian baru dilanjutkan kembali pascapelaksanaan salat Idul Adha, Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Guna mempercepat penemuan, Soleh berinisiatif memanfaatkan kekuatan media sosial dengan menyebarkan informasi lepasnya sapi tersebut ke grup-grup Facebook lokal.
Strategi digital itu terbukti ampuh. Tidak butuh waktu lama, seorang warga melaporkan melihat jejak kaki sapi yang mencurigakan mengarah ke batas desa. Tim gabungan langsung bergerak menyusul indikasi petunjuk tersebut.
Baca Juga: Saat Malam Takbiran, Dua Truk Adu Banteng di Parungkuda Sukabumi
Sekitar satu jam berselang, tepat pukul 09.00 WIB, sapi tersebut akhirnya berhasil dikepung di sekitar aliran Sungai Citarik, yang merupakan kawasan perbatasan antara Desa Mekarjaya dengan Desa Tugubandung.
“Jam 9-an sudah ketemu dan langsung disembelih di tempat karena darurat,” ucap Soleh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sapi tersebut merupakan hewan kurban titipan dari seorang donatur asal Jakarta yang disalurkan melalui Yayasan Al-Kamilah.
Pihak desa menduga sapi mengalami stres setelah perjalanan jauh dari tempat asalnya sehingga menjadi liar saat hendak diturunkan.
“Sapinya memang sempat mengamuk, sepertinya dari ras luar yang sensitif,” tambahnya.
Meski sempat ramai menjadi perhatian warga, Soleh memastikan seluruh rangkaian proses pencarian, pengepungan, hingga eksekusi penyembelihan berjalan dengan aman, lancar, dan tanpa kendala berarti.





