Hari Pertama PPJ di Kota Sukabumi Imbas Abu Gunung Anak Krakatau, Guru Tetap Masuk Sekolah

Sukabumiupdate.com
Senin 07 Sep 2026, 18:10 WIB
Hari Pertama PPJ di Kota Sukabumi Imbas Abu Gunung Anak Krakatau, Guru Tetap Masuk Sekolah

SMP Negeri 2 Kota Sukabumi. (Sumber : SU/Asep Awaludin).

SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Kota Sukabumi menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar pada Senin (07/09/2026), menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menyelimuti sejumlah wilayah, termasuk di lingkungan sekolah.

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Kota Sukabumi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi serta rapat koordinasi yang dilakukan bersama kepala sekolah dan jajaran wakil kepala sekolah.

Wakil Kepala SMP Negeri 2 Kota Sukabumi bidang Sarana dan Prasarana, Ridwan Taufik, mengatakan PJJ diterapkan untuk sementara waktu berdasarkan hasil koordinasi dan surat edaran dari Disdikbud Kota Sukabumi.

“Berdasarkan pertimbangan dan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan ada surat edarannya juga, kemudian rapat koordinasi tadi malam antara kepala sekolah dan beberapa wakasek, akhirnya kami melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk hari ini,” kata Ridwan, kepada Sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Curug Cikundul Cianjur, Air Terjun Tersembunyi di Balik Popularitas Curug Cibeureum

Menurutnya, kebijakan PJJ tersebut baru berlaku untuk satu hari. Pihak sekolah masih menunggu informasi lebih lanjut terkait kegiatan belajar mengajar untuk hari berikutnya.

“Untuk besok dan selanjutnya kami belum dapat informasi lagi karena PJJ ini hanya untuk hari ini saja,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan, proses pembelajaran selama PJJ pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kegiatan belajar mengajar secara normal. Guru tetap memberikan materi dan tugas kepada pelajar melalui wali kelas.

“Prosesnya sendiri sama dengan pembelajaran biasa, cuma nanti guru lewat wali kelas memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah. Adapun proses belajarnya sama seperti pembelajaran di sekolah, cuma alternatifnya lewat WhatsApp,” jelasnya.

Baca Juga: Tinggalkan Cremonese, Jamie Vardy Resmi Gabung Burnley hingga 2027

Meski para pelajar menjalani pembelajaran dari rumah, para guru tetap melaksanakan aktivitas di sekolah. Ridwan menyebut sebagian guru hadir ke sekolah untuk mengisi absensi dan menjalankan kegiatan lainnya, sementara sebagian lainnya melakukan kegiatan di luar sekolah.

“Kalau untuk guru tadi pagi ke sekolah untuk mengisi absen dan sebagainya, kemudian ada yang kegiatan di luar juga dan ada sebagian yang di sekolah. Jadi kalau guru tidak ikut libur,” katanya.

Ridwan menambahkan, penerapan PJJ juga berkaitan dengan kondisi lingkungan sekolah yang terdampak abu vulkanik. Saat dilakukan pengecekan, terlihat adanya tumpukan abu di sejumlah area sekolah.

“Kemarin saat kita melakukan pengecekan ke sekolah itu sudah terlihat tumpukan abunya. Kami juga langsung mengimbau kalau sekolah kembali berjalan, anak diwajibkan untuk memakai masker untuk pencegahan,” ungkapnya.

Baca Juga: Rem Blong, Truk Sembako Terguling di Hutan Cipeucang Ciemas Sukabumi

Ia mengatakan, pihak sekolah telah melakukan pembersihan terhadap abu yang menempel di lingkungan sekolah. Namun, abu kembali terlihat setelah dilakukan pembersihan.

“Sekolah terpapar abu vulkanik. Kemarin sudah dibersihkan dan ada sekitar dua ember abu di lapang itu. Sorenya kami bersihkan lagi, disemprot, dan pagi ini masih terlihat kembali ada tumpukan lagi,” tutur Ridwan.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar untuk pelajar tidak diliburkan, melainkan dialihkan sementara ke sistem pembelajaran jarak jauh.

“Untuk kegiatan belajar mengajar anak sudah diumumkan secara resmi. Berdasarkan hasil rapat koordinasi semalam, kegiatan anak sekolah bukan diliburkan, tapi dilakukan pembelajaran jarak jauh,” kata Ayep.

Baca Juga: Kisah Drey 'Afrika Sunda': Dari Zimbabwe ke Sukabumi, Kini Resmi Jadi Sarjana Hukum Nusa Putra

Menurutnya, kebijakan tersebut akan dievaluasi dengan melihat perkembangan kondisi dalam satu hingga dua hari ke depan. Pemerintah berharap paparan abu vulkanik segera mereda sehingga kegiatan pembelajaran dapat kembali berlangsung normal.

“Kita lihat perkembangan satu dua hari ke depan seperti apa. Mudah-mudahan debunya mereda dan kembali normal,” ujarnya.

Ayep menyebut dampak sebaran abu vulkanik di Kota Sukabumi sejauh ini tidak terlalu signifikan. Namun, keberadaan debu tetap dirasakan di sejumlah wilayah sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi, khususnya bagi pelajar.

“Sebetulnya tidak ada dampak yang terlalu besar, tapi di Kota Sukabumi ini memang terdampak atau ada debunya,” kata Ayep.

Terkait tenaga pendidik, Ayep memastikan guru tetap diwajibkan masuk ke sekolah meskipun pelajar mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah.

“Nah, kalau untuk tenaga pengajar tetap harus masuk ke sekolah. Jadi pembelajaran daringnya itu kalau untuk guru tetap harus di sekolah,” pungkasnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini