SUKABUMIUPDATE.com - Hampir dua tahun sejak Desember 2024, pemerintah memulai pembangunan kembali jembatan baru Cilengka penghubung Tegalbuleud dan Sagaranten Kabupaten Sukabumi. Jembatan tersebut rusak diterjang banjir sungai ciguyang dan longsor, pada 4 Desember 2024 hingga berdampak pada aktivitas warga.
Pasca bencana, akses penghubung Desa Mekarsari Kecamatan Sagaranten dan Desa Tegallega Kecamatan Cidolog menggunakan jembatan darurat jenis Bailey agar konektivitas antar wilayah terjaga. Setelah berjalan lebih dari satu tahun jembatan pembangunan baru permanen dimulai, dan progres pekerjaan hingga saat ini, Senin (20/7/2026) baru mencapai enam persen.
Proyek tersebut merupakan bagian dari kegiatan Penyelenggaraan Jalan Provinsi dengan subkegiatan Penggantian Jembatan di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II. Paket pekerjaan bernama Penggantian Jembatan Cilengka di Ruas Jalan Sagaranten–Tegalbuleud KM.BDG 158+360 itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp12.297.557.364. Kontrak ditandatangani pada 15 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender.
Baca Juga: Musda Golkar Sukabumi Segera Digelar, Pengurus DPD dan PK Diminta Solid
Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Ilham Jaya, sementara pengawasan dilakukan oleh PT. Ottoman Architecture KSO bersama PT. Ganesha Pratama Consultant.
Salah seorang warga Kecamatan Cidolog, Dede Rusyandi, mengaku bersyukur karena pembangunan jembatan baru bisa direalisasikan Dede berharap proses pembangunan dilakukan sesuai standar teknis dan menggunakan material yang berkualitas agar jembatan memiliki daya tahan yang baik.
"Kami berharap proses pengerjaan benar-benar berkualitas dan material yang digunakan sesuai spesifikasi. Dengan begitu jembatan akan kuat, aman, dan awet sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang," harapnya.
Baca Juga: Hidden Gem di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Curug Macan Punya Pesona Masih Alami
Jembatan Cilengka sangat strategis karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas perekonomian warga di wilayah Sukabumi bagian selatan.














