Hari Nelayan Palabuhanratu Dicoret dari KEN 2026, Dispar Sukabumi Jelaskan Alasannya

Sukabumiupdate.com
Kamis 21 Mei 2026, 10:49 WIB
Hari Nelayan Palabuhanratu Dicoret dari KEN 2026, Dispar Sukabumi Jelaskan Alasannya

Festival Karnaval Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 di Pendopo Palabuhanratu, Kamis (21/05/2026). (Sumber : SU/Ilyas).

SUKABUMIUPDATE.com - Gelar Budaya Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 tahun 2026 yang berlangsung hari ini Kamis (21/05/2026), dipastikan tidak lagi masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN),yaitu program unggulan nasional dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Kemenpar telah meluncurkan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 pada Jumat, 23 Januari 2026. Dalam daftar yang berisi 125 event terpilih dari 38 provinsi di Indonesia tersebut Hari Nelayan Palabuhanratu tidak ada didalamnya.

Padahal pada tahun sebelumnya, Festival dan Gelar Budaya Hari Nelayan Palabuhanratu ke-65 2025 yang dipusatkan di Alun-alun Gadobangkong masuk dalam kalender KEN yang mendapatkan pengakuan sebagai daya tarik pariwisata Indonesia tingkat nasional.

Baca Juga: Harumkan Sukabumi, Jaenal Abidin Raih Peringkat 6 Duta Petani Milenial Nasional

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, angkat bicara terkait anggapan sejumlah tokoh dan masyarakat yang menilai perayaan Hari Nelayan belakangan ini mulai kehilangan akar budaya dan nilai tradisinya.

Menurut Ali, kritik tersebut menjadi bagian dari dinamika dan masukan penting untuk perbaikan penyelenggaraan ke depan.

“Ya, tentu saja ini bagian dari dinamika, bagian dari tuntutan warga, bagian dari sebagian tokoh yang merasakan ada beberapa momentum yang mungkin tidak dimunculkan atau sedikit kurang diperlihatkan,” ujar Ali Iskandar, kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (21/05/2026).

Baca Juga: Karnaval Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66, Warga Antusias Padati Jalan Siliwangi

Ia menjelaskan, Dinas Pariwisata justru menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi budaya dan penyelenggaraan event Hari Nelayan agar kembali mendapat pengakuan nasional.

“Salah satu di antaranya misalnya, Hari Nelayan tahun ini tidak dijadikan sebagai bagian dari event KEN, Karisma Event Nusantara, yang beberapa saat lalu diakui sebagai event tingkat nasional,” katanya.

Ali menegaskan, tidak masuknya Hari Nelayan ke dalam KEN tahun ini bukan karena hilangnya nilai budaya, melainkan lebih kepada persoalan teknis administrasi saat proses pengusulan.

Baca Juga: Jadwal Aston Villa di Piala Super UEFA, Lawan Arsenal atau PSG ?

“Saya melihatnya hanya masalah administrasi belaka. Jadi pengusulan, kurasi yang dilakukan, termasuk dokumen proposal yang relatif tidak sempurna yang kita dampingi kepada panitia,” ungkapnya.

Ia menyebut, kondisi tersebut juga dipengaruhi masa transisi kepengurusan panitia Hari Nelayan yang sebelumnya telah berjalan.

“Karena memang masa transisi dari kepengurusan yang sudah berjalan sebelumnya, sehingga kita menghormati dan menghargai dinamika yang ada,” tambahnya.

Meski demikian, Dispar Kabupaten Sukabumi memastikan upaya untuk mengembalikan Hari Nelayan Palabuhanratu ke dalam KEN terus dilakukan. Bahkan, hal itu telah disampaikan langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga Kementerian Pariwisata.

Baca Juga: Tren Gowes Makin Populer, 7 Manfaat Bersepeda bagi Kesehatan

“Kemarin waktu kita berada di Provinsi Jawa Barat, termasuk saat kunjungan ke Kementerian Pariwisata dan bertemu Wakil Menteri, kita sampaikan bahwa Hari Nelayan itu ikon bagi Palabuhanratu dan Sukabumi,” jelas Ali.

Ia berharap persoalan administratif yang menjadi kendala tahun ini dapat segera diperbaiki kedepannya agar Festival Hari Nelayan kembali diakui sebagai event nasional.

“Rasa-rasanya hal-hal yang sifatnya teknis administrasi berkenaan dengan pengakuan itu bisa didampingi agar kemudian dapat diakui kembali menjadi event tingkat nasional,” pungkasnya.

 

 

Berita Terkait
Berita Terkini