Jateng Media Summit 2026: Ratusan Media Lokal Rumuskan Peta Jalan Baru di Era Disrupsi Digital

Sukabumiupdate.com
Kamis 21 Mei 2026, 11:18 WIB
Jateng Media Summit 2026: Ratusan Media Lokal Rumuskan Peta Jalan Baru di Era Disrupsi Digital

Di Tengah Era Disrupsi Digital, Jateng Media Summit 2026 Satukan Ratusan Pengelola Media Lokal. (Sumber : Istimewa.).

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan pengelola media lokal dari berbagai penjuru Jawa Tengah berkumpul di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026), dalam perhelatan Jateng Media Summit 2026.

Mengusung tema besar "Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah", forum ini menjadi ajang konsolidasi krusial bagi industri pers di tingkat daerah untuk merespons cepatnya perubahan lanskap media digital dan tantangan disrupsi teknologi.

Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan setelah sebelumnya dibuka dengan Bimbingan Teknis pengelolaan website pemerintah daerah pada hari pertama.

Baca Juga: Bimtek Jateng Media Summit: Pemda Didorong Pakai Data dan AI untuk Strategi Komunikasi Digital

Ketua Panitia JMS 2026 sekaligus CEO Beritajateng.tv, Nur Kholis, melaporkan bahwa peserta yang hadir mencapai lebih dari 100 orang, berasal dari Semarang, Kudus, Solo, Banyumas, hingga wilayah Pantura.

Menariknya, sekitar 30 persen peserta merupakan pengelola "homeless media", entitas media baru yang beroperasi secara lincah di ranah digital.

Inisiator acara sekaligus CEO PT Arkadia Digital Media Tbk dan Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, menekankan urgensi pertemuan ini. Menurutnya, model bisnis media konvensional telah berubah total dan memerlukan antisipasi segera.

Baca Juga: Bimtek Jateng Media Summit 2026: Pemerintah Harus Fokus pada Big Data dan Informasi Berdampak

"Kalau tidak kita antisipasi sekarang, kita perlu ngobrol Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah. Kita kalau tidak segera melakukan cara-cara baru atau model-model baru bisa tenggelam," tegas Suwarjono.

Ia menggambarkan masa depan media di mana konten akan disajikan secara otomatis kepada audiens sejak bangun hingga tidur, menuntut media lokal untuk membuka diri dan beradaptasi dengan cepat.

Dukungan penuh datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jateng, Iwanuddin Iskandar, menyatakan apresiasi tinggi atas terselenggaranya forum ini. Ia menegaskan komitmen Pemprov untuk berkolaborasi dengan seluruh media.

Baca Juga: Hari Nelayan Palabuhanratu Dicoret dari KEN 2026, Dispar Sukabumi Jelaskan Alasannya

"Kami siap berkolaborasi dengan semua media. Kalau ada informasi kepala daerah kabupaten kota tidak bisa berkolaborasi dengan media, laporkan ke kami," ujar Iwanuddin.

Ia juga menyoroti tantangan besar dalam menangkal hoaks, terutama yang diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti deepfake video dan suara.

"Maka penggunaan AI juga perlu ada etika dan memberikan informasi yang sebenarnya dan fakta di lapangan," tambahnya.

Baca Juga: Makna Berkurban Saat Idul Adha, Bukan Sekadar Menyembelih Hewan

Senada, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengingatkan peran vital media sebagai pilar demokrasi yang harus dijaga bersama. Ia menekankan pentingnya narasi yang baik untuk mencegah kemunduran peradaban.

"Peradaban tanpa narasi yang baik, akan terjadi kemunduran pemahaman, kemunduran ideologi, kemunduran visi, dan akan hilang peradaban tersebut. Semoga ini menjadi awal kita untuk langkah ke depan," kata Sarif.

Ia juga mengajak generasi muda untuk berani berjuang menghadapi tantangan ekonomi dan edukasi di era saat ini.

 

Berita Terkait
Berita Terkini