SUKABUMIUPDATE.com – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mendorong agar para santri memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses beasiswa pendidikan tinggi, termasuk program dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Hal tersebut disampaikannya saat Bahlil berkunjung ke Pondok Pesantren Azzainiyyah di kawasan Nagrog, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Bahlil menilai dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP selama ini lebih banyak dimanfaatkan oleh lulusan perguruan tinggi umum. Karena itu, pemerintah tengah mendorong agar santri dari pesantren juga memiliki peluang yang sama untuk memperoleh beasiswa pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
Di hadapan ratusan santri, ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan pesantren memiliki kualitas dan kontribusi besar bagi bangsa. Oleh karena itu, akses terhadap program beasiswa juga perlu diperluas bagi para santri.
Baca Juga: SPPG Kebonjati Cikole 1 Kota Sukabumi Disidak BGN, Kepala Dapur: Kami Siap Direlokasi
“Kami sedang berupaya agar dana abadi pendidikan seperti LPDP tidak hanya dinikmati oleh lulusan perguruan tinggi umum yang mentereng. Santri dari pesantren juga harus bisa merasakannya. Belum tentu sekolah besar itu lebih hebat daripada pesantren,” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan, perlu adanya langkah konkret agar lulusan pesantren memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri melalui berbagai program beasiswa yang tersedia.
Selain membahas soal akses pendidikan, Bahlil juga berbagi kisah perjalanan hidupnya kepada para santri. Ia mengungkapkan bahwa masa mudanya diwarnai berbagai pekerjaan sederhana sebelum akhirnya menempuh pendidikan tinggi dan meniti karier hingga menjadi tokoh nasional.
“Saya pernah jadi kondektur angkot di terminal, pernah jualan kue. Jadi, jangan pernah berpikir kemiskinan adalah penghalang masa depan,” katanya.
Baca Juga: Karang Taruna Darma Bakti Cidolog Bagikan 350 Paket Takjil Gratis untuk Warga
Menurut Bahlil, generasi muda saat ini harus mampu bergerak cepat dalam menghadapi perubahan global yang semakin dinamis. Ia pun mengingatkan para santri agar terus belajar dan memanfaatkan berbagai peluang pendidikan yang tersedia.
“Masa depan bukan milik orang paling kaya atau paling kuat, tapi milik mereka yang cepat bergerak. Yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” tambahnya.
Kunjungan Bahlil ke pesantren tersebut juga dirangkai dengan kegiatan takziah ke makam ulama kharismatik Sukabumi, almarhum KH Zezen Zainal Abidin, yang berada di kompleks pemakaman pesantren. Ia juga melaksanakan salat Ashar berjamaah bersama para santri dan pengurus pesantren sebelum berdialog dengan para santri.



