Pembacokan di Ongkrak Cibadak Sukabumi Ternyata Dipicu Tawuran, 4 Orang Ditangkap

Sukabumiupdate.com
Senin 02 Feb 2026, 22:14 WIB
Pembacokan di Ongkrak Cibadak Sukabumi Ternyata Dipicu Tawuran, 4 Orang Ditangkap

Polisi saat menunjukkan senjata tajam yang dipakai untuk tawuran di Cibadak Sukabumi. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Polisi mengungkap fakta di balik kasus pembacokan yang terjadi di ruas Jalan Nasional Sukabumi-Bogor, Kampung Ongkrak Batas, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (1/2/2026) dini hari. Peristiwa berdarah tersebut ternyata bukanlah aksi penyerangan sepihak, melainkan tawuran antar-kelompok yang telah direncanakan melalui media sosial.

Buntut dari kejadian itu, polisi telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat. Sementara satu terduga pelaku berinisial K, yang disebut sebagai pemicu bentrokan, hingga kini masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolsek Cibadak, Kompol Idji Djubaedi, mengungkapkan bahwa bentrokan pecah sekitar pukul 01.00 WIB. Namun, kasus ini baru dilaporkan ke polisi menjelang subuh saat para korban sudah berada di rumah sakit.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa ini bermula dari ajakan K yang tergabung dalam kelompok Ciambar Street. K menghubungi rekan-rekannya di wilayah Cibadak dan sekitarnya untuk berkumpul dan meminta bantuan.

“Kurang lebih ada sekitar 13 sampai 15 orang yang berkumpul. Berdasarkan keterangan saksi, awalnya mereka diajak untuk mengambil sepeda motor Yamaha Aerox. Diduga ada permasalahan dengan kelompok dari wilayah Parungkuda,” ujar Djubaedi kepada awak media, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Luka-luka, Penuturan 4 Pemuda Korban Pembacokan di Ongkrak Cibadak Sukabumi

Rombongan tersebut kemudian bergerak dari Cibadak menuju Parungkuda sekitar pukul 01.00 WIB dan tiba di kawasan Madu Odeng. Namun setibanya di lokasi, tidak terjadi apa pun. Karena waktu sudah larut dan jumlah rombongan cukup banyak, warga setempat melaporkan aktivitas tersebut ke pihak kepolisian. Dengan bantuan Polsek Parungkuda serta warga, kelompok pemuda itu akhirnya dibubarkan.

“Sebagian kembali ke wilayah Cibadak, sebagian lainnya tidak ikut dalam kegiatan tersebut,” kata Djubaedi.

Saat berada di perbatasan Parungkuda dan Cibadak, kelompok tersebut kemudian bertemu dengan komunitas pemuda lain hingga terjadi aksi tawuran. Dari hasil pendalaman kepolisian, pertemuan itu diketahui telah direncanakan sebelumnya melalui komunikasi di media sosial.

“Sudah ada komunikasi lewat WhatsApp dan Instagram. Jadi bisa dikatakan ini sudah janjian,” ujarnya.

Akibat bentrokan tersebut, lima orang mengalami luka-luka. Empat korban harus menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi Cibadak, sementara satu korban lainnya sempat dirawat dan kemudian diperbolehkan pulang ke rumah.

Baca Juga: Elang Jawa yang Menabrak Kaca Rumah Warga Nagrak Kini Dirawat di PPSC Cikananga

Djubaedi menyebut, laporan kejadian diterima polisi sekitar pukul 04.00 hingga 04.30 WIB. Petugas langsung melakukan pengecekan ke rumah sakit, mendatangi lokasi kejadian, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi kemudian mengamankan empat orang yang diduga terlibat tawuran dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Cibadak. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu bilah samurai, dua celurit, dan satu corbek yang diduga digunakan dalam bentrokan.

Terkait motif, Kapolsek menyebutkan permasalahan antar kelompok pemuda tersebut belum jelas. “Yang pasti mereka sudah janjian antara satu komunitas dengan komunitas lain. Bisa dibilang ini tawuran, hanya saja titik pertemuannya tidak sesuai dengan yang disepakati di media sosial,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, empat pemuda terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi, Cibadak, dalam kondisi berlumuran darah. Para korban mengaku menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal di Kampung Ongkrak Batas, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (1/2/2026) dini hari.

Berita Terkait
Berita Terkini