Elang Jawa yang Menabrak Kaca Rumah Warga Nagrak Kini Dirawat di PPSC Cikananga

Sukabumiupdate.com
Senin 02 Feb 2026, 20:21 WIB
Elang Jawa yang Menabrak Kaca Rumah Warga Nagrak Kini Dirawat di PPSC Cikananga

Elang Jawa yang menabrak kaca warga Nagrak Sukabumi saat dievakuasi ke PPSC Cikananga, Nyalindung. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Seekor elang jawa (Nisaetus bartelsi) yang ditemukan warga di Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, kini menjalani perawatan intensif di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC), Kecamatan Nyalindung. Satwa dilindungi tersebut sebelumnya dilaporkan menabrak kaca jendela rumah warga.

Polisi Kehutanan BBKSDA Jawa Barat Resor Konservasi Wilayah VI Sukabumi, Hendi Apriadi, menjelaskan bahwa laporan awal diterima pada Minggu (1/2/2026). Informasi tersebut menyebutkan seekor elang menabrak kaca rumah milik warga bernama Yaniah.

Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan yang terdiri dari P2BK Kecamatan Nagrak, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), serta BBKSDA Jawa Barat segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal terhadap burung tersebut.

Menurut Hendi, elang jawa itu mengalami luka bagian dalam akibat benturan keras dengan kaca rumah. Meski secara fisik tidak ditemukan luka luar yang parah, kondisi satwa saat ditemukan cukup lemah.

“Jenisnya elang jawa, satu ekor, untuk jenis kelamin belum bisa kami pastikan karena memang cukup sulit membedakannya. Kondisinya sekarang masih hidup, tapi lemas dan perlu penanganan lanjutan,” ujar Hendi kepada sukabumiupdate.com di Kantor BBKSDA Resor Konservasi Wilayah VI Sukabumi, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Nyasar ke Pemukiman, Seekor Elang Jawa Diamankan Usai Tabrak Kaca Jendela Warga Nagrak

Atas pertimbangan kondisi tersebut, lanjut Hendi, pada Senin (2/2/2026) elang jawa itu dievakuasi ke PPSC Cikananga untuk mendapatkan perawatan medis dan rehabilitasi lanjutan.

Lebih lanjut Hendi memastikan bahwa elang tersebut merupakan satwa liar murni dan bukan hasil pelepasliaran. Hal itu diperkuat dengan tidak ditemukannya penanda seperti GPS atau alat identifikasi lainnya pada tubuh elang.

“Kondisinya masih mulus seperti elang yang berkeliaran di alam. Dugaan kami, elang ini berasal dari hutan-hutan (hutan gunung gede pangrango) di sekitar lokasi dan kemungkinan menabrak kaca saat sedang mengejar mangsa,” katanya.

Baca Juga: Warga Pertanyakan Pencabutan Papan Penghentian Proyek Tambak Udang di Pantai Minajaya

Saat ini, elang jawa tersebut masih menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses rehabilitasi di PPSC Cikananga. Tim akan melakukan penilaian perilaku sebelum menentukan lokasi pelepasliaran yang tepat.

“Tindak lanjut sementara kita evakuasi, cek kesehatannya, rehab dulu, lalu kita siapkan lokasi rilis. Bisa jadi nanti dihabituasi terlebih dahulu sebelum dilepas,” ucapnya.

Terkait kemungkinan pemindahan ke Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Hendi menyebutkan hal itu masih menunggu perkembangan kondisi satwa.

“Kalau memang memungkinkan, bisa digeser, tapi kita lihat dulu karena kondisinya saat ini sangat lemah,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini