SUKABUMIUPDATE.com - Mengingat potensi curah hujan tinggi yang dapat mengakibatkan bencana diprediksi akan terjadi hingga akhir Februari 2026, Bupati Sukabumi, Asep Japar meminta 47 Camat di Kabupaten Sukabumi untuk turun langsung tangani bencana sebelum instansi teknis tiba di lapangan.
Hal itu disampaikan Bupati dalam Rapat Dinas Perdana awal tahun 2026 yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (19/1/2026) di hadapan para camat se-Kabupaten Sukabumi.
Dalam arahannya, Asep Japar menegaskan penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Ia meminta camat turun ke lapangan saat bencana terjadi, sebelum instansi teknis hadir, serta aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat.
"Kita harus lebih semangat, terutama dalam penanganan bencana, dengan koordinasi yang solid antarperangkat daerah," ujarnya.
Baca Juga: Geger! Pria 32 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Belakang Villa di Kadudampit
Di sisi lain, di tengah kondisi anggaran yang menurun, Bupati meminta seluruh jajaran tetap menjaga semangat dan memaksimalkan pelayanan publik. Menurutnya, tiga program prioritas Pemkab Sukabumi tahun 2026, yakni infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, harus terus direalisasikan.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi Andreas menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan koordinasi lintas sektor.
"Saya meminta informasi pemerintah tersampaikan secara transparan dari tingkat bawah hingga atas," pintanya.
Andreas juga menegaskan, persoalan krusial harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat serta pelayanan publik di sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan harus ditangani secara serius, termasuk respons cepat dan jelas dalam penanganan bencana.
Sekedar informasi, dalam rapat perdana itu, Pemkab Sukabumi turut menandatangani kesepakatan bersama dengan Universitas Mitra Bangsa terkait penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama juga dilakukan dengan Perum Perhutani KPH Sukabumi dalam upaya penanggulangan bencana.
Baca Juga: Pencarian 2 Wisatawan Bogor Terseret Ombak Pantai Sunset Cisolok Resmi Ditutup
Sejumlah penghargaan turut diserahkan. Penghargaan kepatuhan kinerja tahun 2025 tingkat perangkat daerah diberikan kepada BPKAD, DPPKB, dan Inspektorat. Sementara di tingkat kecamatan, penghargaan diterima Kecamatan Palabuhanratu, Parakansalak, dan Sagaranten.
Pemkab Sukabumi juga menyerahkan piagam penghargaan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI kepada BUM Desa Bersama Nagrak yang meraih juara II Lomba BUM Desa Bersama Inspiratif 2025 dalam ajang Festival Bangun Desa Bangun Indonesia.
Selain itu, Pemkab menerima piagam Satyalancana Wirakarya dari Presiden RI atas kontribusi dalam swasembada pangan berkelanjutan, dengan capaian peringkat kedua peningkatan produksi beras nasional 2025. Agenda rapat dilanjutkan dengan paparan dari sejumlah instansi, di antaranya LPP RRI, Universitas Nusaputra, Inspektorat, Bapperida, dan BPBD.(adv)





