SUKABUMIUPDATE.com - Curug Darismin ternyata menyimpan kisah mistis yang melekat di telinga warga sekitar. Bukan tanpa alasan, hingga saat ini Curug atau Air Terjun tersebut diyakini warga sebagai tempat angker yang menyimpan kisah tragis sejak tahun 1970-an.
Terlebih, lokasinya yang berjarak kurang lebih sekitar 500 meter dari jalan lingkungan, berada tepat di tengah hutan bambu dan kayu serta tebing curam di Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi itu membuatnya jarang terjamah manusia.
Secara geografis, Curug Darismin bukan kawasan wisata. Sungainya kecil dengan lebar sekitar dua meter, sementara tinggi curug diperkirakan sekitar tujuh meter, tepat berada di dekat jembatan jalan desa.
Baca Juga: UMK Kabupaten Sukabumi Rp3,83 Juta, Pengusaha Dilarang Bayar di Bawah Ketentuan
Adapun kisah mistis sekaligus tragis itu diceritakan oleh Ridho Losa (35 tahun) warga setempat kepada sukabumiupdate.com. Menurutnya, warga setempat meyakini keangkeran curug tersebut bermula dari sebuah kisah seorang ibu yang membawa anaknya bernama ‘Darismin’ mencuci baju di aliran sungai tersebut sekitar tahun 1970-an.
“Anaknya ditaruh di atas batu dekat curug, sementara ibunya mencuci. Setelah selesai dan menoleh, anaknya sudah hilang. Sampai sekarang penyebabnya tidak pernah diketahui,” ujar Ridho. Sabtu (10/1/2026).
Peristiwa itu lantas membuat geger warga dan menimbulkan spekulasi penyebab ‘Darismin’ hilang. Sebagian warga meyakini anaknya diterkam hewan buas, sementara warga lainnya meyakini ‘Darismin’ hilang dibawa oleh ‘Lulun Samak’ makhluk mitologi penghuni air.
Baca Juga: Kronologi Bocah Perempuan Tertemper KA Pangrango saat Kejar Layangan di Jalur Maseng-Cicurug
Sejak saat itu, Curug tersebut disematkan sebagai Curug Darismin yang diduga diambil berdasarkan kisah hilangnya seorang anak balita di curug tersebut. Hingga saat ini, lokasi tersebut jarang dikunjungi.
“Dari dulu orang-orang tua sering cerita, tempat ini memang jarang dilewati. Kalau sudah magrib, warga enggan lewat karena suasananya sepi dan dianggap angker, akses jalannya juga cukup curam, apalagi kalau musim hujan, licin dan berbahaya” kata dia.
Semakin menambah keangkeran, sesosok mayat tanpa kepala baru-baru ini ditemukan warga tepat 20 meter ke arah hilir dari aliran Curug tersebut. Mayat tersebut ditemukan oleh dua orang warga yang sedang ngobor (Berburu ikan malam hari) dalam kondisi rusak karena pembusukan pada Kamis (8/1/2026) malam sekira pukul 21:00 Wib.










