Drainase Buruk Picu Pergerakan Tanah di Cijambe Bantargadung, 10 Rumah Warga Retak-Retak

Sukabumiupdate.com
Rabu 25 Feb 2026, 22:16 WIB
Drainase Buruk Picu Pergerakan Tanah di Cijambe Bantargadung, 10 Rumah Warga Retak-Retak

Sihabudin (berbaju oranye) bersama perangkat desa hingga Koramil saat mengecek langsung lokasi terdampak pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Bantargadung Sukabumi. (Sumber Foto: P2BK Bantargadung)

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi selama beberapa hari terakhir memicu terjadinya pergerakan tanah di Kampung Cijambe RT 005/007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung. Sebanyak 10 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, melaporkan bahwa pergerakan tanah mulai dirasakan warga sejak Minggu (22/2/2026) hingga puncaknya pada Rabu (25/2/2026).

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, fenomena pergeseran tanah ini tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca, tetapi juga diduga disebabkan oleh kondisi infrastruktur air yang buruk. Hal itu membuat air yang tidak terkontrol meresap ke dalam tanah dan mempercepat ketidakstabilan struktur tanah di bawah pemukiman.

"Penyebab adanya gerakan tanah karena drainase yang kurang tertata," kata Sihab kepada sukabumiupdate.com, Rabu malam.

Akibat rusaknya sistem pengaliran air ini, Sihab mencatat perlunya bantuan darurat berupa pipa paralon ukuran 6 inci atau gorong-gorong diameter 40 cm untuk segera membenahi saluran air guna mencegah kerusakan yang lebih masif.

Baca Juga: Ular Sanca 3 Meter Satroni Kandang Ayam di Parakansalak, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Hingga saat ini, tercatat 10 Kepala Keluarga (KK) dengan total 37 jiwa terdampak oleh bencana ini. Meskipun kategori kerusakan masih tergolong Rusak Ringan (RR), kondisi retakan pada dinding dan lantai rumah warga dilaporkan terus bertambah luas setiap harinya.

Berikut adalah data pemilik rumah yang terdampak:

  1. Bp. Diding S (3 Jiwa)
  2. Ibu Linda Farida (4 Jiwa)
  3. Bp. Tatang (5 Jiwa)
  4. Bp. Ade Elly Saputra (3 Jiwa)
  5. Ibu Iis Aisah (6 Jiwa)
  6. Bp. Muhamad Buhori (3 Jiwa)
  7. Bp. Solihin (4 Jiwa)
  8. Bp. Kamaludin (2 Jiwa)
  9. Ibu Eha (5 Jiwa)
  10. Bp. Jajang (2 Jiwa)

Pihak P2BK Bantargadung telah melakukan koordinasi intensif dengan perangkat desa, pihak kecamatan, Koramil, dan Polsek setempat. Selain memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga, petugas juga merekomendasikan adanya pengkajian tanah secara teknis oleh ahli geologi untuk menentukan tingkat keamanan lokasi tersebut.

Kondisi terakhir di lokasi terpantau berawan, namun warga diminta tetap siaga jika hujan kembali turun dengan intensitas lebat dalam waktu lama.

"Data kejadian diatas merupakan data awal atau sementara. Jika ada tambahan data atau informasi terbaru sesuai perkembangan dilapangan, akan kami tambahkan dan dilaporkan kembali," tandas Sihab.

Berita Terkait
Berita Terkini