Perahu Nelayan Terbakar di Perairan Pangumbahan, Korban Selamat Lompat ke Laut

Sukabumiupdate.com
Rabu 25 Feb 2026, 23:24 WIB
Perahu Nelayan Terbakar di Perairan Pangumbahan, Korban Selamat Lompat ke Laut

Ilustrasi perahu nelayan yang terbakar di perairan Pangumbahan Sukabumi. (Sumber: Ilustrasi AI)

SUKABUMIUPDATE.com – Satu unit perahu fiber bernama Sinar Pagi mengalami kebakaran saat beroperasi di perairan Pangumbahan, tepatnya di kawasan Pantai Batununggul–Cibuaya, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Perahu tersebut diawaki seorang nelayan bernama Hamid dan diketahui milik Agung Gete. Insiden terjadi ketika nelayan tengah menurunkan jaring di tengah laut.

Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kebakaran diduga dipicu dari kompor yang digunakan untuk memasak di atas perahu.

Baca Juga: Drainase Buruk Picu Pergerakan Tanah di Cijambe Bantargadung, 10 Rumah Warga Retak-Retak

“Berdasarkan informasi yang kami terima, api berasal dari kompor saat nelayan sedang memasak. Api kemudian menyambar bensin yang ada di perahu sehingga terjadi kebakaran,” ujar Asep Jeka saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Rabu malam.

Saat api mulai membesar, nelayan yang berada di atas perahu segera menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Beruntung, nelayan lain yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung memberikan pertolongan.

“Alhamdulillah, nelayan atas nama Hamid berhasil diselamatkan oleh nelayan lain yang sedang melaut di sekitar lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.

Baca Juga: Ular Sanca 3 Meter Satroni Kandang Ayam di Parakansalak, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Akibat kejadian tersebut, sejumlah peralatan di atas perahu mengalami kerusakan, di antaranya mesin genset dan jaring. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.

Setelah api berhasil dipadamkan, perahu fiber Sinar Pagi kemudian dievakuasi dan dibawa ke Pantai Kalapacondong, Ujunggenteng.

Pihak Rukun Nelayan mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan memasak di atas perahu, terutama yang berada dekat dengan bahan bakar, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Berita Terkait
Berita Terkini