Viral Video Harimau Jawa di Cipendeuy Sukabumi, Ini Kata BBKSDA Jabar

Sukabumiupdate.com
Rabu 07 Jan 2026, 22:47 WIB
Viral Video Harimau Jawa di Cipendeuy Sukabumi, Ini Kata BBKSDA Jabar

Ilustrasi - Video dugaan Harimau Jawa di Desa Cipendeuy, Surade, Sukabumi, menghebohkan warganet. (Sumber : Pixabay.com/@dolm06).

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video yang menampilkan dugaan keberadaan Harimau Jawa di Sukabumi viral di media sosial. Harimau merupakan salah satu satwa liar yang tersebar di berbagai belahan dunia dengan enam subspesies. 

Dari jumlah tersebut, Indonesia memiliki satu subspesies endemik, yakni Panthera tigris, yang terdiri atas tiga subspesies, yaitu Harimau Jawa, Harimau Bali, dan Harimau Sumatera.

Harimau Jawa yang selama ini dinyatakan telah punah kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul dugaan bahwa satwa tersebut masih bertahan hidup di kedalaman hutan Sukabumi, tepatnya di sekitar Desa Cipendeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Video tersebut diunggah dengan caption “Dugaan Harimau Jawa Terlihat di Cipeundeuy Sukabumi”. Dalam tayangan video itu terlihat empat ekor satwa yang diduga harimau, terdiri dari satu induk dan tiga anak, sedang berjalan di kawasan hutan.

Baca Juga: Sampah Kain Kembali Cemari Pantai Talanca Sukabumi, Sempat Viral Kini Datang Lagi

Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Instagram @ukp_pariwisata dan mendapat perhatian luas dari warganet, dengan capaian sekitar 14 ribu likes, 453 komentar, 233 kali dibagikan ulang, 239 kali dibagikan, serta ditonton lebih dari 576 ribu kali.

Hal itu pun kemudian memicu beragam komentar dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan harapan dan rasa syukur jika Harimau Jawa benar-benar masih ada.

“Alhamdulillah harimau Jawa masih ada,” tulis salah satu warganet. “Alhamdulillah, kalau benar masih ada berarti mereka masih eksis,” komentar lainnya. Sementara warganet lain menulis, “Kalau benar alhamdulillah. Ada juga yang bilang ini bukan Sukabumi tapi Jawa Tengah. Namun di mana pun selama masih di Pulau Jawa, berarti masih ada harapan Harimau Jawa belum punah.” ujarnya.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Seksi (Kasi) KSDA Wilayah II BBKSDA Jawa Barat Wilayah I, Stephanus Hanny Rekyanto, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti yang dapat memastikan kebenaran temuan tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada bukti otentik terkait temuan tersebut,” ujar Stephanus kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (7/1/2025).

Stephanus juga mengatakan jika video dugaan Harimau Jawa yang beredar dapat disebut sebagai hoaks karena belum didukung bukti otentik, Stephanus membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan bahwa keberadaan satwa dalam video itu belum dapat dipastikan kebenarannya.

Harimau Jawa yang difoto oleh Andries Hoogerwerf di Taman Nasional Ujung Kulon, 1938Harimau Jawa yang difoto oleh Andries Hoogerwerf di Taman Nasional Ujung Kulon, 1938.

Harimau Jawa dan Status Kepunahannya

Mengutip laman Cambridge, Indonesia sebelumnya memiliki tiga subspesies harimau dari spesies Panthera tigris, yakni Harimau Sumatera (P. tigris sumatrae), Harimau Jawa (P. tigris sondaica), dan Harimau Bali (P. tigris balica). Dari ketiga subspesies tersebut, Harimau Jawa dan Harimau Bali telah dikategorikan sebagai punah dalam Daftar Merah IUCN, masing-masing pada tahun 2008 dan 2003, sehingga saat ini hanya Harimau Sumatera yang secara resmi masih dinyatakan hidup.

Penetapan status kepunahan tersebut mengacu pada kriteria ilmiah bahwa suatu takson dinyatakan punah apabila tidak tercatat keberadaannya di alam liar selama minimal 30 tahun. (Menurut Tilson dkk).

Berdasarkan catatan ilmiah, penampakan terakhir Harimau Jawa yang terkonfirmasi secara positif terjadi pada 1976 di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. (Panko, Referensi Panko 2017).

Garis Waktu dan Status Harimau Jawa

  • Penampakan terakhir terkonfirmasi: 1976 (Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur)
  • Dinyatakan punah oleh IUCN: 2008 (bersamaan dengan Harimau Bali)

Meski telah lama dinyatakan punah, perdebatan mengenai kemungkinan keberadaan Harimau Jawa kembali mencuat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, sebuah studi yang memanfaatkan analisis DNA dari sampel rambut yang dikumpulkan pada 2019 memunculkan dugaan adanya kecocokan genetik dengan Harimau Jawa. Temuan ini dinilai belum konklusif, namun cukup untuk memicu diskusi ilmiah mengenai kemungkinan keberlanjutan subspesies tersebut di alam liar.

Sebelumnya, pada 18 Agustus 2019, seorang warga lokal sekaligus pemerhati lingkungan, Ripi Yanur Fajar, melaporkan dugaan penampakan Harimau Jawa di area perkebunan masyarakat yang berada di sekitar Desa Cipendeuy, kawasan hutan Sukabumi Selatan, Jawa Barat. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh peneliti berinisial KR yang mendatangi lokasi pada 27 Agustus 2019.

Dalam kunjungan tersebut, ditemukan sehelai rambut di pagar yang diduga berasal dari satwa besar yang melompat dari jalan desa ke area perkebunan. Selain itu, bersama Bambang Adryanto, seorang pegawai Dinas Penelitian dan Pengembangan Kehutanan setempat, KR juga menemukan jejak kaki dan bekas cakaran yang dinilai memiliki kemiripan dengan ciri harimau, sehingga memperkuat dugaan awal meskipun belum dapat dijadikan bukti definitif.

Poin Penting

  • Status resmi: Harimau Jawa dinyatakan punah berdasarkan penilaian IUCN tahun 2008.
  • Perdebatan ilmiah: Temuan terbaru berupa analisis DNA dan laporan lapangan mengindikasikan kemungkinan keberadaan, namun belum cukup kuat untuk mengubah status kepunahan secara resmi.
Berita Terkait
Berita Terkini