Berniat Pensiun, Bobon Santoso Jual Kanal Youtube Miliknya Seharga Rp 20 Miliar

Sukabumiupdate.com
Sabtu 07 Feb 2026, 16:00 WIB
Berniat Pensiun, Bobon Santoso Jual Kanal Youtube Miliknya Seharga Rp 20 Miliar

Berniat Pensiun, Bobon Santoso Jual Kanal Youtube Miliknya Seharga Rp 20 Miliar (Sumber : Instagram/@bobonsantoso)

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar mengejutkan datang dari konten kreator kuliner, Bobon Santoso yang mengumumkan rencananya untuk menjual kanal Youtube miliknya dan pensiun.

Hal tersebut mengejutkan publik, mengingat Bobon Santoso adalah salah satu konten kreator kuliner di Indonesia yang memiliki jumlah subscriber terbanyak di Youtube. Selain itu, sebagian bertanya-tanya akan keputusan sang kreator menjual kanal Youtube miliknya.

Mengutip dari Tempo.co, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @bobonsantoso pada Kamis, 5 Februari 2026, Bobon berniat menjual kanal YouTube miliknya yang memiliki basis pengikut raksasa, yakni 17,7 juta subscriber. Tidak tanggung-tanggung, Bobon mematok harga Rp 20 miliar.

"Tahun ini gw memutuskan untuk pensiun di platfrom Youtube. Akun hampir 18 juta pelanggan mau gw jual Rp 20 miliar. Semoga laku segera ya. Kalo belum laku gw tar pertimbangkan lagi gimana, Makasih," tulis Bobon Santoso dikutip dari Tempo.co pada Sabtu, (07/02/2026).

Keputusan ini mengejutkan publik mengingat posisi kanal Bobon sebagai salah satu yang terbesar di segmen konten kuliner Indonesia. Bobon menyatakan ia sudah berada di titik lelah dalam berkarya di YouTube.

Meskipun mematok harga tinggi, Bobon menyatakan bahwa jika akun tersebut belum terjual, ia akan mempertimbangkan kembali keputusannya untuk berhenti.

Baca Juga: Sinopsis Film Bidadari Surga, Kisah Cinta YouTuber Kontroversial dan Putri Kiai

Evolusi Konten: Dari Konten Ekstrem ke Aksi Sosial

Karier Bobon Santoso di dunia konten kreator dimulai pada 29 Januari 2019, dengan pendekatan yang sangat kontroversial dan sering dianggap tidak masuk akal oleh netizen. Pada awal kemunculannya, Bobon membangun reputasi dengan konten aksi ekstrem yang nyeleneh dan mengabaikan batasan konvensional.

Beberapa konten awalnya yang viral dan menuai kecaman meliputi aksi memasak anak tikus, mengolah daging biawak skala besar, membuat nugget dalam bak mandi, hingga eksperimen makanan aneh lainnya. Pendekatan "ekstrem" ini berhasil mendongkrak popularitasnya dengan cepat, meskipun kerap mendapatkan kritik pedas terkait keamanan pangan dan perlakuan terhadap hewan.

Namun, di awal 2022, Bobon mengubah arah kontennya secara drastis menjadi lebih bermuatan sosial melalui program Kuali Merah Putih. Dalam konten ini, ia berkeliling ke pelosok daerah, mulai dari Papua hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memasak besar dan membagikan makanan kepada warga setempat. Ia pun mematenkan hak cipta konten "Masak Besar Bobon Santoso" untuk mencegah plagiarisme oleh kreator lain.

Baca Juga: 5 Cara Convert Video YouTube ke MP3 yang Banyak Digunakan Pengguna Internet

Kontroversi: Antara Solidaritas dan Tuduhan Buzzer

Perubahan konsep konten menjadi aksi sosial ini tidak lepas dari sorotan dan kontroversi. Keterlibatan Bobon dengan lembaga pemerintah atau instansi TNI dalam aksi sosialnya menimbulkan pandangan dari sebagian warganet bahwa aksi tersebut terasa seperti tindakan pencitraan politik atau buzzer.

Komentar publik terbelah terutama terkait aksi berbagi makanan di wilayah Papua. Sebagian warganet mempermasalahkan narasi konten tersebut dan mempertanyakan ketulusan aksi sosial di tengah isu politis. Bobon merespons kritik tersebut dengan menyatakan, "Gak usah terlalu banyak mikir, jalanin aja. Jangan banyak komplain."

Contoh kontroversial lainnya adalah konten Bobon yang sempat menggegerkan warganet ketika ia mengunggah foto memakai baju tahanan oranye dengan borgol. Kostum itu ternyata merupakan bagian dari kampanye Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) bersama BNN Provinsi Bali.

Sumber: Tempo.co

Berita Terkait
Berita Terkini