SUKABUMIUPDATE.com – Misteri identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam angkot 02 jurusan Sukasari–Cicurug di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Suparna (57), seorang karyawan yang tinggal di Kampung Bojonglarang RT 005 RW 002, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda.
Di balik peristiwa yang sempat menggegerkan warga tersebut, terungkap pula detik-detik terakhir korban sebelum mengembuskan napas terakhir di dalam angkutan umum yang ditumpanginya.
Kapolsek Cicurug Kompol Aah Hermawan mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan awal, korban sempat mengeluhkan sesak napas saat berada di dalam angkot.
"Sekira jam 09.00 WIB, korban sedang dalam angkot. Sesampainya di Pasar Cicurug mengalami sesak napas dan mengelus dadanya," kata Aah kepada sukabumiupdate.com, Sabtu.
Baca Juga: D'Jogray Cafe, Kafe Berbasis Lingkungan di Sukabumi yang Kelola Sampah Secara Mandiri
Menurutnya, kondisi korban terus memburuk ketika angkot melaju menuju arah Stasiun Cicurug. Saat itu korban sudah terbaring di kursi belakang kendaraan dan masih berjuang untuk bernapas.
"Pada saat di depan Stasiun Cicurug almarhum terbaring di kursi angkot bagian belakang masih dalam kondisi susah bernapas, kemudian setelah sampai di rel kereta almarhum sudah tidak sadarkan diri," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, sopir angkot segera memutar balik kendaraan dan berupaya membawa korban ke Puskesmas Cicurug. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cicurug.
Berdasarkan keterangan dokter yang menangani korban di Puskesmas Cicurug, kronologi keluhan nyeri dada yang menjalar hingga ke punggung mengarah pada dugaan serangan jantung.
Selain melakukan penanganan medis, petugas Puskesmas Cicurug juga melaksanakan pemeriksaan awal berupa visum luar terhadap jasad korban. Namun, pihak keluarga memutuskan menolak dilakukan autopsi.
Sebelumnya diberitakan, warga sempat dibuat geger setelah seorang pria ditemukan tidak bernyawa di dalam angkot yang berhenti di sekitar SPBU Jalan Raya Siliwangi, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug.
Baca Juga: Dikira Pingsan, Penumpang Angkot 02 Ditemukan Meninggal di SPBU Cicurug
Saksi mata Hero mengaku baru mengetahui kondisi korban setelah dipanggil sopir angkot yang meminta bantuan untuk memeriksa penumpang yang diduga pingsan.
"Pas saya lagi ngopi, sopir manggil ada orang pingsan. Pas saya cek ternyata memang sudah tidak ada napas, sudah meninggal," kata Hero.
Hero menuturkan, saat itu korban berada di kursi belakang bersama sopir dan seorang penumpang lainnya. Baik sopir maupun penumpang tersebut tidak menyadari kondisi korban karena sebelumnya mengira korban hanya pingsan selama perjalanan.
Setelah identitas korban berhasil diketahui, jenazah Suparna kemudian dijemput oleh pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Kecamatan Parungkuda.




