Kejang Demam pada Anak: Penyebab, Tanda, dan Cara Penanganannya

Sukabumiupdate.com
Minggu 25 Jan 2026, 20:59 WIB
Kejang Demam pada Anak: Penyebab, Tanda, dan Cara Penanganannya

Ilustrasi Kejang Demam pada Anak: Penyebab, Tanda, dan Cara Penanganannya (Sumber: Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Kejang demam pada anak, yang sering disebut sebagai step, kerap membuat orang tua panik dan khawatir berlebihan. Padahal, kondisi ini cukup umum terjadi, terutama pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. 

Meski terlihat menakutkan, kejang demam umumnya tidak berbahaya dan jarang menimbulkan dampak jangka panjang bila ditangani dengan tepat.

Apa itu Kejang Demam?

Kejang demam adalah kejang yang terjadi ketika suhu tubuh anak meningkat di atas 38°C akibat infeksi atau peradangan di luar jaringan otak. Kondisi ini bukan disebabkan oleh kelainan saraf atau penyakit otak. Sebagian besar anak yang mengalami kejang demam sebelumnya menunjukkan tanda demam, seperti badan terasa panas, rewel, atau lemas.

Kejang demam tidak berkaitan langsung dengan gangguan kecerdasan, keterlambatan perkembangan, maupun gangguan mental. Bahkan, sebagian besar anak akan berhenti mengalami kondisi ini seiring bertambahnya usia, biasanya setelah melewati usia 5 tahun.

Baca Juga: Longsor Pasirlangu: Dua Polisi Gugur dan Kabar 23 Personel TNI Dalam Daftar Korban Bencana

Gejala Kejang Demam yang Perlu Dikenali

Saat kejang demam terjadi, anak dapat mengalami beberapa tanda, seperti kehilangan kesadaran sementara, tubuh kaku atau kejang pada tangan dan kaki, gerakan tidak terkontrol, serta mata mendelik atau berkedip cepat. Setelah kejang berhenti, anak umumnya akan kembali sadar meski terlihat lemas atau mengantuk.

Berdasarkan durasinya, kejang demam dibagi menjadi dua jenis. Kejang demam sederhana berlangsung kurang dari 15 menit, tidak berulang dalam 24 jam, dan melibatkan seluruh tubuh. 

Sementara itu, kejang demam kompleks berlangsung lebih lama, dapat terjadi berulang, atau hanya mengenai sebagian tubuh.

Penyebab Kejang Demam pada Anak

Hingga kini, penyebab pasti kejang demam belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan respons otak anak yang masih berkembang terhadap peningkatan suhu tubuh secara cepat.

Baca Juga: Jembatan Kuning Bagbagan: Ikon Konstruksi Belanda di Sukabumi dan Mitos Sungai Cimandiri

Infeksi virus, seperti flu atau infeksi saluran pernapasan, sering menjadi pemicu demam yang berujung kejang.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko kejang demam, antara lain riwayat keluarga, usia anak di bawah 12 bulan saat kejang pertama, suhu demam yang belum terlalu tinggi, serta jarak waktu yang singkat antara demam dan kejang. Anak dengan faktor risiko tersebut lebih mungkin mengalami kejang berulang, meskipun tidak selalu berbahaya.

Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang

Saat anak mengalami kejang demam, orangtua dianjurkan tetap tenang. Pindahkan anak ke tempat aman, miringkan tubuhnya untuk mencegah tersedak, longgarkan pakaian, dan jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak. 

Hindari menahan gerakan kejang secara paksa karena dapat menyebabkan cedera.

Pencegahan Kejang Demam pada Anak

Pencegahan utama kejang demam adalah mengontrol suhu tubuh saat anak demam. Berikan obat penurun panas sesuai anjuran, kompres hangat, dan pastikan anak cukup minum. Memiliki termometer di rumah sangat membantu untuk memantau suhu tubuh anak sejak dini.

Baca Juga: Penyu Hijau Mati di Kawasan Konservasi Pangumbahan Sukabumi dengan Leher Nyaris Putus

Kejang demam memang tampak mengkhawatirkan, tetapi umumnya bukan kondisi berbahaya. Dengan pemahaman yang tepat, orangtua dapat menangani situasi ini dengan lebih tenang dan bijak, sekaligus memastikan anak mendapatkan perawatan yang sesuai bila diperlukan.

Sumber: kidshealth

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini