SUKABUMIUPDATE.com - Windburn atau luka bakar akibat angin adalah kondisi iritasi kulit yang terjadi ketika kulit terpapar angin kencang dalam waktu tertentu.
Banyak orang mengira kondisi ini hanya muncul saat cuaca dingin, padahal windburn juga bisa terjadi di cuaca hangat, terutama ketika kulit terkena angin dan sinar matahari secara bersamaan.
Angin dapat menghilangkan kelembaban alami kulit, membuat lapisan pelindungnya rusak dan kulit menjadi lebih sensitif.
Secara sederhana, windburn terjadi saat udara yang bergerak terus-menerus menarik kelembaban dari lapisan terluar kulit. Akibatnya, kulit yang berada di bawahnya menjadi kering, iritasi, dan lebih rentan mengalami kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Inilah alasan mengapa windburn sering kali disertai atau diperparah oleh sengatan matahari.
Baca Juga: 11 Khasiat Air Rebusan Daun Pandan untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
Gejala Windburn yang Perlu Diwaspadai
Gejala windburn dapat berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahan dan jenis kulit. Namun, beberapa tanda umum yang sering muncul antara lain rasa terbakar, perih, atau gatal pada area kulit yang terpapar angin.
Kulit juga bisa terasa kencang, sangat kering, dan tampak kemerahan. Pada warna kulit yang lebih gelap, perubahan warna bisa terlihat lebih gelap atau keunguan.
Dalam kondisi yang lebih parah, kulit dapat mengelupas atau bahkan pecah-pecah. Area yang paling sering terkena windburn adalah wajah, bibir, tangan, dan bagian tubuh lain yang tidak tertutup pakaian saat berada di luar ruangan.
Penyebab Luka Bakar Akibat Angin
Penyebab windburn adalah kombinasi antara angin dan hilangnya kelembaban kulit. Angin tidak hanya mengeringkan kulit, tetapi juga dapat mengikis lapisan pelindung alami kulit.
Ketika lapisan ini rusak, kulit menjadi lebih mudah mengalami iritasi dan kerusakan akibat sinar matahari. Oleh karena itu, sebagian gejala windburn sebenarnya merupakan sengatan matahari yang terasa lebih parah karena efek angin.
Cara Mengatasi Windburn
Langkah utama dalam mengatasi windburn adalah mengembalikan kelembaban kulit dan meredakan iritasi. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah menggunakan pelembab lembut tanpa pewangi.
Baca Juga: 12 Pilihan Makanan Bernutrisi untuk Membantu Pemulihan Patah Tulang Lebih Optimal
Produk yang mengandung bahan menenangkan dapat membantu mengurangi kemerahan dan rasa tidak nyaman.
Gel lidah buaya juga sering digunakan karena sifatnya yang menenangkan dan melembabkan. Selain itu, kompres dingin dapat membantu meredakan sensasi terbakar dan mengurangi peradangan. Selama masa pemulihan, sebaiknya hindari mandi air panas dan penggunaan sabun keras karena dapat memperparah iritasi kulit.
Tips Mencegah Windburn
Pencegahan windburn berfokus pada perlindungan kulit dari paparan angin dan matahari. Menggunakan pakaian pelindung seperti jaket, sarung tangan, topi, atau syal dapat membantu melindungi kulit.
Tabir surya juga tetap penting digunakan, bahkan pada hari berangin, karena angin dapat meningkatkan risiko kulit terbakar sinar matahari.
Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, Pohon Pete Tumbang Timpa 2 Rumah Warga di Curugkembar
Mengoleskan pelembab yang cukup sebelum keluar rumah juga dapat menciptakan lapisan pelindung tambahan pada kulit. Selain itu, membatasi waktu berada di luar ruangan saat kondisi sangat berangin dapat membantu mengurangi risiko windburn.
Sumber: verywellhealth



