SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mengonfirmasi temuan 10 kasus virus Influenza tipe A H3N2 subclade K atau yang populer disebut masyarakat sebagai "Super Flu" sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa 10 kasus tersebut tercatat pada periode Agustus hingga Oktober 2025. Seluruh pasien dilaporkan telah tertangani dan kembali sehat.
“Di Jawa Barat ada 10 kasus pada Agustus sampai Oktober itu sudah menurun. Sudah tertangani dan semuanya sudah sehat,” kata Vini di Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).
Seluruh kasus tersebut dilaporkan dan ditangani di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, Dinkes Jabar belum merinci sebaran wilayah asal pasien.
"Sepuluh kasus itu dilaporkan dari Hasan Sadikin, detail asal wilayahnya tidak diketahui dari mana saja," ujarnya.
Baca Juga: Ditemukan 62 Kasus, Kemenkes Ungkap Super Flu di Indonesia Masih Terkendali
Vini mengklarifikasi bahwa istilah "Super Flu" bukanlah penamaan medis resmi, melainkan sebutan di masyarakat karena gejala dan masa penyembuhannya yang relatif lebih lama dibandingkan flu biasa.
“Penamaan aslinya adalah virus Influenza tipe A H3N2. Jika flu biasa umumnya sembuh dalam 3-4 hari, virus ini bisa memakan waktu hingga satu bulan, terutama jika menyerang kelompok rentan. Selain demam, batuk, dan pilek, pasien juga kerap merasakan gejala sesak napas,” jelasnya.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Jadi Prioritas Dinkes Sukabumi, Target 46 Persen Warga pada 2026
Meski masa penyembuhannya lebih lama, Vini memastikan tingkat fatalitas H3N2 tidak separah Covid-19. Hingga saat ini, tidak ada laporan kematian akibat virus tersebut di Jawa Barat. Ia juga menegaskan bahwa virus ini tidak berpotensi menjadi pandemi maupun Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Tidak seperti Covid, tidak ada kematian karena Influenza tipe A ini, sama melalui droplet. Vaksin sudah ada, tapi memang harus mandiri sama seperti mau ke luar negeri. Tidak berpotensi KLB dan pandemi,” paparnya.
Dinkes Jabar kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta protokol kesehatan. Bagi kelompok rentan seperti lansia, balita, dan pemilik penyakit penyerta (komorbid), vaksinasi influenza tahunan sangat disarankan untuk memperkuat daya tahan tubuh.





