SUKABUMIUPDATE.com - Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 19 Episode 6 semakin menarik dengan konflik yang kian memanas. Episode ini menyoroti kondisi anak-anak jalanan yang jatuh sakit usai dipaksa mandi, serta dinamika internal Ormas BARBAR yang tengah berupaya memperbaiki citra mereka di mata masyarakat.
Dalam salah satu adegan, Bang Jarot yang diperankan Ridwan Ghany tampak murka karena anak-anak asuhnya sakit setelah disuruh mandi oleh Muluk, yang diperankan Raihan Khan.
Jarot menuntut Muluk bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Ia menyalahkan keputusan Muluk yang memaksa anak-anak mandi hingga akhirnya mereka jatuh sakit.
“Lu mesti tanggung jawab,” kata Jarot
“Tanggung jawab soal apa?,” kata Muluk
Muluk pun mempertanyakan bentuk tanggung jawab yang dimaksud. Namun Jarot tetap bersikeras kepada Muluk. “Gara-gara lu suruh mandi, anak-anak jadi pada sakit,” kata Jarot.
Muluk lalu mengatakan anak-anak akan diberi obat terlebih dahulu. Jika keesokan harinya kondisi belum membaik, mereka akan dibawa ke puskesmas.
Adegan lain menampilkan Bang Jack yang tengah berbincang di dalam masjid bersama Trio TBC, yakni Tongkol (Sakutra Ginting), Boy (Irfan Siagian), dan Cumi (Cheikna Hamala). Dalam perbincangan itu, Bang Jack menanyakan alasan mereka enggan bergabung dengan Ormas BARBAR.
Trio TBC menyampaikan bahwa mereka menilai ormas tersebut kerap meresahkan masyarakat dan tidak memberikan dampak positif.
“Karena ormas barbar adalah sampah masyarakat, Bang. Ah, betul. Mereka bisanya cuman bikin masyarakat resah,” ujar Trio TBC.
Sementara itu, Bang Galak yang diperankan Tyo Pakusadewo mengusulkan perubahan nama dan logo Ormas BARBAR demi memperbaiki citra. Ia menilai nama dan simbol yang ada terkesan arogan dan sadis sehingga perlu diganti.
Ketua Ormas BARBAR, Hajar, kemudian menanyakan nama pengganti yang dimaksud. Bang Galak mengusulkan nama MBG.
Saat Hajar mengira singkatan tersebut merujuk pada “makanan bergizi gratis”, Bang Galak menjelaskan bahwa MBG adalah kependekan dari “Masyarakat Bersatu Gotong Royong”.
Di bagian akhir episode, Pipit dan Samsul menerima gaji mingguan pertama mereka dari Muluk setelah mengajar anak-anak jalanan selama sepekan. Muluk menjelaskan bahwa jumlah yang diterima memang belum besar karena masih berupa gaji mingguan.
Samsul menanyakan apakah uang tersebut cukup untuk kebutuhan makan selama seminggu. Muluk meyakinkan bahwa nominal itu masih mencukupi, bahkan untuk sekadar mentraktir kopi Trio TBC di pos ronda.
Namun Pipit merasa ragu karena menyadari bahwa uang tersebut berasal dari hasil anak-anak jalanan yang mengemis dan mencopet. Ia pun mempertanyakan apakah uang itu pantas diberikan kepada Abah.
“Ini duit kan dari hasil nyopet dan ngemis. Gua kasih Abah jangan ya.” kata Pipit.
Dengan konflik yang semakin berkembang, Para Pencari Tuhan Jilid 19 Episode 6 menghadirkan cerita yang sarat pesan sosial dan dinamika karakter yang semakin menarik untuk diikuti. Para Pencari Tuhan Jilid 19 tayang setiap hari selama bulan Ramadan pukul 02.45 WIB.


