Modernisasi Sistem Tanam Padi, Distan Sukabumi Targetkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Sukabumiupdate.com
Kamis 23 Jul 2026, 17:06 WIB
Modernisasi Sistem Tanam Padi, Distan Sukabumi Targetkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Ilustrasi modernisasi tanam padi (Sumber: dok distan)

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi terus mempercepat modernisasi sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui Gerakan Tanam Padi dengan metode Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) bersama Kelompok Tani Mulya Tani 1 di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu .

Gerakan tanam padi seluas satu hektar tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong petani beralih ke sistem budidaya berbasis teknologi. Melalui metode PM-AAS, petani diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi, menghemat penggunaan air, dan memaksimalkan efisiensi sarana produksi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan penerapan PM-AAS merupakan bagian dari transformasi pertanian menuju sistem budidaya yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan. "Program ini menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional," ujarnya pada Selasa 21 Juli 2026.

Baca Juga: Kadis Pariwisata: Kutamara Jadi Storytelling Baru Wisata Sukabumi

Dalam pelaksanaannya, kata Aep, gerakan tanam tersebut menggunakan benih padi sebanyak 70 kilogram per hektar yang dipadukan dengan paket teknologi PM-AAS secara terpadu. Teknologi yang diterapkan meliputi sistem tanam benih langsung (Tabela), pola tanam rapat, pengelolaan irigasi dengan metode Alternate Wetting and Drying (AWD), serta penerapan sistem Jajar Legowo (Jarwo) dengan pola tanam 4:1 dan 6:1.

"Selain itu, petani juga menggunakan Varietas Unggul Baru (VUB) yang didukung pemupukan berimbang, yaitu 400 kilogram pupuk NPK, 300 kilogram urea, dan pupuk organik sebanyak satu hingga dua ton per hektar," jelas Aep.

Untuk menjaga pertumbuhan tanaman sejak fase awal, petani menerapkan herbisida pra-tumbuh guna menekan pertumbuhan gulma. Selain itu, dilakukan aplikasi silika yang berfungsi meningkatkan ketahanan tanaman terhadap perubahan lingkungan maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Baca Juga: Sehari Dua Kali Beraksi, Damkar Cibadak Padamkan Kebakaran Lahan di Cikembar dan Ciambar

Menurut Aep, penerapan teknologi budidaya secara terpadu menjadi kunci meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Dengan sistem yang lebih presisi, petani tidak hanya memperoleh hasil panen lebih tinggi, tetapi juga mampu menghemat penggunaan air, pupuk, serta biaya operasional.

"Modernisasi pertanian harus terus didorong agar petani semakin efisien dalam berproduksi dan mampu menghadapi tantangan perubahan iklim," katanya.

Ia berharap program PM-AAS dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Sukabumi. Melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi pertanian modern, sektor pertanian diyakini akan semakin tangguh serta mampu menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

Baca Juga: Ayep Zaki: Iuran BPJS Ketenagakerjaan Tak Sampai Harga Sebungkus Rokok, Manfaatnya Bisa Nikmati Kamar VVIP

"Gerakan tanam ini menjadi bukti bahwa modernisasi pertanian bukan lagi sekadar konsep, melainkan langkah nyata menuju pertanian yang maju, efisien, dan berdaya saing, sekaligus memperkokoh cita-cita Indonesia mewujudkan swasembada pangan," pungkas Aep. (*)

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini