Jaga Prestasi Nasional, Distan Sukabumi Genjot Swasembada Pangan Lewat Sangkuriang

Sukabumiupdate.com
Sabtu 04 Jul 2026, 16:56 WIB
Jaga Prestasi Nasional, Distan Sukabumi Genjot Swasembada Pangan Lewat Sangkuriang

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin mendampingi Bupati Asep Japar saat menanam padi | Foto : Dok. Distan

SUKABUMIUPDATE.com – Setelah mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional dalam peningkatan produksi padi, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan berkelanjutan. Salah satu upaya yang kini dikedepankan adalah melalui inovasi SANGKURIANG (Strategi Swasembada Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan inovasi tersebut dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin kedua yang menitikberatkan pada kemandirian bangsa melalui sektor pangan, energi, dan air.

Menurut Aep, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025 lebih cepat dari target empat tahun menjadi momentum yang harus dijaga. Kabupaten Sukabumi, sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.

"Keberhasilan swasembada pangan bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutannya. Karena itu, diperlukan strategi yang mampu menjaga produktivitas lahan, meningkatkan kapasitas petani, serta memperkuat tata kelola sektor pertanian secara menyeluruh," ujar Aep dalam keterangannya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga: DBA Sukses Panen Demplot Jagung Hibrida DBA01 di Ciracap, Hasil Panen Tembus 14,8 Ton

Ia menjelaskan, Kabupaten Sukabumi berhasil mencatatkan prestasi sebagai peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi padi tahun 2025, berdasarkan penilaian Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Capaian tersebut turut mengantarkan Bupati Sukabumi menerima Satyalencana Bidang Pertanian, penghargaan tertinggi dari Presiden Republik Indonesia atas kontribusinya dalam pembangunan sektor pertanian.

Meski demikian, Aep menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diantisipasi agar swasembada pangan tetap terjaga. Tantangan tersebut antara lain meningkatnya alih fungsi lahan pertanian, minimnya regenerasi petani, perubahan iklim, fluktuasi produksi, hingga belum optimalnya pendapatan petani.

"Jika persoalan-persoalan tersebut tidak segera diatasi, maka dalam jangka panjang dapat berdampak terhadap menurunnya produksi pangan, berkurangnya luas lahan pertanian, hingga meningkatnya angka kemiskinan di sektor pertanian," katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Distan Kabupaten Sukabumi menghadirkan inovasi SANGKURIANG yang mengintegrasikan empat strategi utama, yakni produksi terfokus, optimalisasi sumber daya manusia dan sumber daya lahan, manajemen rantai pasok, serta keberlanjutan ekonomi dan ekologi.

Melalui strategi tersebut, pemerintah daerah menargetkan terbentuknya lima kawasan komoditas unggulan, yakni kawasan padi, hortikultura, singkong, kopi, dan kelapa. Selain itu, akan dibentuk Satuan Tugas Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Baca Juga: BRIN dan Nusa Putra University Survei Pesisir Selatan Sukabumi, Siapkan Riset Produksi Garam

Distan juga mendorong penguatan regulasi terkait perlindungan lahan sawah dari alih fungsi serta implementasi pengembangan kawasan padi di Kecamatan Ciemas sebagai salah satu sentra produksi pangan di Kabupaten Sukabumi.

Tidak hanya itu, berbagai program strategis akan terus disinergikan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, seperti normalisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta peningkatan produksi melalui optimalisasi potensi di setiap wilayah.

Aep optimistis berbagai langkah tersebut akan memperkuat fondasi pertanian Kabupaten Sukabumi sehingga mampu mempertahankan predikat sebagai salah satu daerah penghasil pangan utama di Indonesia sekaligus mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.

"Kami yakin melalui inovasi SANGKURIANG, didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi dapat terwujud. Tujuan akhirnya bukan hanya menjaga produksi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah," ungkapnya.

Hingga Juni 2026, kinerja sektor pertanian Kabupaten Sukabumi menunjukkan tren positif. Luas Tambah Tanam (LTT) padi telah mencapai 91.646 hektare, sedangkan Luas Tambah Panen tercatat 121.610 hektare.

Baca Juga: Pantai Selatan Sukabumi Tetap Jadi Primadona, Sunset hingga Wisata Bahari Jadi Daya Tarik

Selain itu, Kabupaten Sukabumi mencatat Indeks Pertanaman (IP) sebesar 2,71 kali tanam per tahun dengan rata-rata produktivitas padi mencapai 5,8 ton per hektare. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Kabupaten Sukabumi untuk terus menjaga kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini