SUKABUMIUPDATE.com - Aplikasi saham tokenisasi memberikan alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur saham perusahaan global melalui teknologi blockchain. Dengan tokenized stock, investor dapat mengakses representasi digital saham tanpa menggunakan mekanisme transaksi saham konvensional.
Untuk itu kamu membutuhkan aplikasi yang tepat. Salah satu aplikasi yang menyediakan saham tertokenisasi adalah Pintu. Melalui fitur tokenisasi saham, maka kamu bisa membeli saham Amerika seperti saham Nvidia, Tesla, Meta, Google, Microsoft, Coinbase, dll dengan mudah dan praktis.
Tokenisasi juga membuka pilihan investasi yang sebelumnya sulit dijangkau investor Indonesia. Selain saham individual, investor dapat menemukan produk seperti investasi ETF yang menggunakan pendekatan tokenisasi.
Meski menawarkan kemudahan, kamu juga harus melakukan riset dan analisa, Pintu juga menyediakan indikator dan pergerakan harga komoditas dunia real time, sehingga kamu bisa dengan mudah melakukan analisa teknikal sebelum transaksi.
Saat ini, terdapat beberapa platform yang menyediakan tokenized stock untuk pengguna Indonesia. Berikut 3 aplikasi saham tokenisasi yang bisa kamu pilih, diantaranya adalah:
1. Pintu
Pintu adalah salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan ketika mencari aplikasi beli saham tokenisasi. Melalui fitur Tokenized Stocks, Pintu menghadirkan representasi digital saham global dalam bentuk token yang berjalan di atas teknologi blockchain.
Dilansir dari situs Pintu, tokenized stocks merupakan representasi digital 1:1 dari saham asli yang diperdagangkan dalam bentuk token di blockchain. Dalam mekanismenya, pengguna tidak membeli saham dengan cara yang sama seperti melalui broker konvensional.
Sebaliknya, kamu membeli token yang memberikan eksposur terhadap aset saham yang menjadi underlying. Karena itu, investor perlu memahami struktur produk sebelum menganggap token tersebut sebagai kepemilikan saham biasa.
Fitur Tokenized Stocks di Pintu
Pintu menawarkan beberapa fitur salah satunya adalah nominal pembelian yang relatif rendah. Pintu menetapkan minimum pembelian tokenized asset mulai dari Rp11.000, sehingga pengguna tidak harus menyiapkan modal sebesar harga satu saham secara penuh.
Selain itu, Pintu menyediakan perdagangan tokenized stocks selama 24/7. Kamu bisa membeli dan menjual token di luar jam perdagangan bursa tradisional. Fitur tersebut memberikan fleksibilitas aset digital dapat ditransaksikan sepanjang waktu.
Pintu juga memungkinkan pengguna membeli tokenized stocks menggunakan rupiah. Dengan demikian, pengguna tidak perlu melakukan proses konversi mata uang secara terpisah untuk memulai transaksi pada produk yang tersedia di aplikasi.
Saham yang Tersedia di Pintu
Pintu menyediakan sejumlah saham seperti Apple (AAPLX), NVIDIA (NVDAX), Amazon (AMZNX), Meta (METAX), Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), Coinbase (COINX), Robinhood (HOODX), dan Circle (CRCLX). Selanjutnya kamu bisa memeriksa penerbit dan struktur token sebelum bertransaksi.
Hal tersebut penting karena tokenized stock tetap memiliki struktur berbeda dari saham yang dibeli secara langsung. Pintu sendiri menjelaskan bahwa tokenized stocks memiliki jaminan fisik 1:1 dengan underlying asset sesuai struktur produk.
2. Bittime
Menawarkan Tokenized Stocks sebagai bagian dari produk aset digitalnya. Platform ini menjelaskan bahwa tokenized stocks merupakan aset digital yang nilainya mengikuti harga saham perusahaan publik di bursa internasional secara 1:1.
Di balik token tersebut terdapat saham asli yang dibeli dan disimpan oleh penerbit melalui kustodian berlisensi. Dengan model tersebut, investor tidak membeli lembar saham secara langsung melalui broker.
Sebaliknya, investor memegang token digital yang merepresentasikan nilai saham dan mengikuti pergerakan harga aset acuan. Bittime menawarkan akses dengan nominal yang relatif kecil. Platform tersebut menyebut pengguna dapat mulai membeli Tokenized Stocks dari Rp10.000.
Selain itu, Bittime menjelaskan bahwa pengguna tidak perlu membuka rekening broker asing atau melakukan transfer dolar ke luar negeri untuk menggunakan produk tersebut
Bittime juga menawarkan pilihan token yang cukup beragam. Daftar asetnya mencakup Apple (AAPLX), Coinbase (COINX), SpaceX, AMD, Amazon, Broadcom, Alibaba, Netflix, Starbucks, Palantir, Eli Lilly, Procter & Gamble, dan Cisco.
Selain itu, Bittime memiliki token dari beberapa ekosistem penerbit. Misalnya, platform tersebut mencantumkan token xStock dan token dari Ondo. Bittime juga menyediakan beberapa token dengan pasangan perdagangan IDR maupun USDT, sehingga pengguna dapat memilih pasangan yang tersedia sesuai kebutuhannya.
Bittime turut menawarkan perdagangan tanpa jam tutup untuk tokenized stocks. Dengan demikian, pengguna mendapatkan fleksibilitas yang berbeda dari pasar saham konvensional. Namun, fleksibilitas tersebut juga membuat investor perlu memperhatikan perubahan harga di luar jam perdagangan bursa utama.
Karena itu, Bittime dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin mengeksplorasi saham global melalui format token digital. Akan tetapi, investor tetap perlu membaca informasi penerbit dan underlying sebelum membeli.
3. Tokocrypto
Platform berikutnya yang menawarkan tokenized stocks melalui produk bernama bStocks. Berbeda dari sekadar menyediakan aset crypto biasa, produk ini memberikan eksposur terhadap saham perusahaan global dalam bentuk token.
Dilansir dari situs Tokocrypto, bStocks didukung oleh Proof-of-Collateral dan dapat diakses secara on-chain dengan rasio 1:1 terhadap underlying stocks. Dengan demikian, token memiliki keterkaitan langsung dengan aset saham yang menjadi acuannya.
Tokocrypto menyediakan sejumlah aset dalam kategori tersebut. Daftar yang diperkenalkan mencakup SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB), Tesla Tokenized bStocks (TSLAB), Circle Internet Group (CRCLB), Micron Technology (MUB), SanDisk (SNDKB), dan NVIDIA (NVDAB).
Tokocrypto kemudian memperluas pilihan produknya dengan menambahkan Strategy (MSTRB), Intel (INTCB), AMD (AMDB), serta iShares MSCI South Korea ETF (EWYB). Dengan tambahan tersebut, pilihan token tidak hanya mencakup perusahaan teknologi, tetapi juga perusahaan semikonduktor dan ETF.
Proof-of-Collateral menjadi salah satu karakteristik yang perlu diperhatikan investor. Mekanisme ini berkaitan dengan jaminan yang mendukung token sehingga pengguna perlu memahami bagaimana aset acuan mendukung token yang diperdagangkan.
Tokocrypto juga mengingatkan bahwa aset crypto memiliki risiko tinggi. Oleh sebab itu, investor perlu mempertimbangkan risiko pasar dan karakteristik produk sebelum melakukan transaksi.
Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan aplikasi beli saham tokenisasi memberikan alternatif bagi investor Indonesia yang ingin memperoleh eksposur terhadap perusahaan global melalui blockchain.
Pintu, Bittime, dan Tokocrypto menawarkan produk dengan mekanisme tokenisasi masing-masing. Pintu berada di posisi pertama karena menawarkan Tokenized Stocks dengan pilihan seperti Apple, NVIDIA, Amazon, Meta, Tesla, Alphabet, Coinbase, dan Robinhood. Selain itu, Pintu menyediakan tokenized ETF, pembelian mulai Rp11.000, transaksi menggunakan rupiah, serta perdagangan 24/7.
Sedangkan, Bittime menawarkan tokenized stocks mulai Rp10.000 dan menyediakan berbagai saham global, sedangkan Tokocrypto menghadirkan bStocks dengan mekanisme Proof-of-Collateral 1:1. Namun, investor perlu mengingat bahwa tokenized stock bukan berarti sama persis dengan saham konvensional.
Karena itu, sebelum membeli, pahami underlying asset, penerbit, mekanisme jaminan, biaya, likuiditas, serta hak yang melekat pada token. Dengan memahami aspek tersebut, investor dapat memilih aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan profil risikonya.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. (adv)















