Investasi Kabupaten Sukabumi Capai Rp2,6 Triliun di Triwulan II 2026, Serap 12 Ribu Tenaga Kerja

Sukabumiupdate.com
Jumat 21 Agu 2026, 13:53 WIB
Investasi Kabupaten Sukabumi Capai Rp2,6 Triliun di Triwulan II 2026, Serap 12 Ribu Tenaga Kerja

Ilustrasi investasi. (Sumber Foto: AI)

SUKABUMIUPDATE.com -  Realisasi investasi di Kabupaten Sukabumi hingga Triwulan II Tahun 2026 mencatatkan angka positif dengan menembus Rp2.607.755.391.405 (Rp2,6 triliun). Capaian tersebut berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak 12.691 orang.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan nilai realisasi investasi tahun 2026 sebesar Rp4,83 triliun. Dengan demikian, perolehan hingga pertengahan tahun ini telah mencapai 53,99 persen dari target yang ditetapkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi, Haerul Imam, menegaskan bahwa investasi daerah memegang peranan kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

"Investasi daerah berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta pertumbuhan ekonomi lokal. Semakin besar modal yang ditanamkan, kapasitas produksi pun meningkat, sehingga perusahaan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja," ujar Haerul Imam dalam keterangan resminya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Bapperida Kawal Perubahan APBD 2026, Anggaran Diselaraskan dengan Kebutuhan Masyarakat Sukabumi

PMA Dominasi Serapan Tenaga Kerja

Secara rinci, realisasi investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1.298.586.614.704 (Rp1,29 triliun) dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 10.319 orang. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp.1.309.168.776.701 (Rp1,30 triliun) dengan menyerap 2.372 tenaga kerja.

Haerul Imam membeberkan bahwa investasi asing (PMA) didominasi oleh proyek pada sektor sekunder, seperti industri mineral non-logam, tekstil, barang dari kulit dan alas kaki, serta industri makanan dan minuman.

Di sisi lain, investasi domestik (PMDN) didominasi oleh sektor tersier, meliputi transportasi, pergudangan, telekomunikasi, penyediaan listrik, gas, air, kawasan perumahan dan industri, hingga sektor perdagangan dan reparasi.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, Bapperida Sukabumi Tegaskan Komitmen Perkuat Pembangunan Daerah

Strategi Perkuat Iklim Investasi

Guna menjaga tren positif dan mengejar sisa target tahunan, Pemkab Sukabumi terus menggulirkan berbagai langkah strategis. Di antaranya promosi investasi terarah, pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal, penyediaan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO), hingga memperkuat kolaborasi mendukung iklim investasi yang kondusif dan digitalisasi layanan perizinan.

Haerul Imam menambahkan, peningkatan investasi diharapkan semakin tumbuh seiring dengan kemudahan akses investor menuju Kabupaten Sukabumi.

"Dukungan infrastruktur dan iklim investasi yang kondusif menjadi salah satu kunci yang senantiasa perlu diperkuat. Potensi investasi yang luar biasa di Kabupaten Sukabumi menjadi nilai jual bagi pengembangan investasi daerah demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi Mubarokah," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini