SUKABUMIUPDATE.com - Lindawati (20 tahun) tak merasakan keanehan saat mengandung anak keduanya Zahila Qalbi. Zahila, bayi yang lahir dengan kelainan genetik langka pada kelaminnya
Zahila merupakan anak pasangan Lindawati dan Dian Supriayatna (27 tahun) warga Cibuluh RT 27/01, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi.
BACA JUGA: Kasus Bayi Kelainan Genetik, DPRD Kabupaten Sukabumi: Itu Kewenangan Tim Medis
Zahila lahir pada Senin (26/3/2018), karena kondisinya, bayi ini kini berada di RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi dan rencananya akan dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk pengobatan lebih lanjut.
"Selama masa kehamilan sembilan bulan saya tidak merasakan ada kejanggalan, normal seperti anak pertama. Hingga pada saat lahir Senin pukul 04.40 WIB di Puskesmas Bojonggenteng. Berat badan saat lahir 2.700 gram, panjang Badan 49 centimeter. Namun dengan kondisi seperti itu akhirnya dari Puskesmas Bojonggenteng, anak saya di rujuk ke RSUD Sekarwangi dan di rujuk kembali ke Rumah Sakit Syamsuddin Kota Sukabumi," ujar Linda.
BACA JUGA: Orangtua Bayi Pengidap Kelainan Langka di Sukabumi Keluarga Kurang Mampu
Ayah Bayi, Dian Supriyatna berharap anaknya bisa sembuh. Dia berterimakasih kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Bojonggenteng karena sudah banyak membantu.
"Saya merasa lega karena pak Kades Bojonggenteng Dedi Sudirman sudah membantu saya dari segala hal," ungkapnya.
BACA JUGA: Bayi Asal Bojonggenteng Sukabumi Idap Kelainan Genetik Langka Akan Dirujuk Ke RSHS Bandung
Pemdes Bojonggenteng, membantu memfasilitasi pengobatan Zahila Qalbi untuk mendapatkan layanan kesehatan Fasiltas Kesehatan (Faskes) tingkat 1 hingga rumah sakit tingkat Provinsi. Rencananya hari ini Zahila akan dibawa ke RSUD Hasan Sadikin Bandung. Hal ini dilakukan sesuai dengan rujukan dari RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi, yang menjadi tempat dirawatnya Zahila.
" Bahwa kami Pemdes Bojonggenteng berkomitmen dan menjadikan skala prioritas terhadap pelayanan kesehatan di tahun 2018. Kami buktikan dengan memberikan kemudahan terhadap masyarakat yang sangat membutuhkan. Sehingga memudahkan keluarga pasien, seperti kemudahan dalam mengantar dengan kendaraan tanpa biaya yang di keluarkan oleh masyarakat," ujar Kepala Desa (Kades) Bojonggenteng, Dedi Sudirman.









