SUKABUMIUPDATE.com - Acun Mansur (58 tahun), warga Kampung Cibatu RT 3 RW 4, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi meninggal dunia saat mengelas bagian atap pabrik pengolahan kapur PT Whansida di Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah. Keluarga Acun meminta pihak perusahaan bertanggung jawab.
"Bilangnya mau tanggung jawab semuanya. Kemarin pihak perusahaan kapur ngasih 5 juta rupiah untuk biaya penguburan," ujar Nur Alviani Dewi (26 tahun), anak kedua korban kepada sukabumiupdate.com, Rabu (24/1/2018).
BACA JUGA:Â Sebelum Gempa, Tukang Las Tewas Terjatuh ke Tungku Pabrik Kapur di Padabeunghar Sukabumi
Sebelumnya, perwakilan PT Whansida berjanji akan membantu biaya pendidikan anak korban hingga selesai. Acun meninggalkan satu orang istri dan lima orang anak, tiga diantaranya masih sekolah.
Tiga orang anak korban yang masih sekolah diantaranya, Taufik Hidayat (15 tahun) siswa SMP Hidayat, Almutakinah (12 tahun) siswa kelas 6 SD, dan Siti rahmawaty (10 tahun) kelas 5 SD.
"Katanya hari ini mau datang lagi ke rumah. Sudah ditunggu tapi belum datang juga," tuturnya.
BACA JUGA:Â Kritis, Bocah Korban Gempa Dirujuk ke RSUD Syamsudin Kota Sukabumi
Informasi yang dihimpun sukabumiupdate.com, Acun mengalami kecelakaan kerja sekitar 15 menit sebelum peristiwa gempa, Selasa (23/1/2018). Tubuhnya jatuh ke tungku pabrik kapur.
Acun sempat dibawa ke Klinik GMC Cikembar. Namun nyawanya tidak tertolong.