Cerita TKI Sukabumi di Malaysia: 20 Tahun Hilang Tanpa Kabar Akhirnya Ditemukan, Keluarga Sudah Tahlilan

Sukabumiupdate.com
Senin 19 Jan 2026, 15:54 WIB
Cerita TKI Sukabumi di Malaysia: 20 Tahun Hilang Tanpa Kabar Akhirnya Ditemukan, Keluarga Sudah Tahlilan

Mang Pahru, TKI asal Pabuaran Kabupaten Sukabumi yang sempat hilang kabar selama 20 tahun akhirnya ditemukan (Sumber: dok keluarga)

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar mengejutkan sekaligus mengharukan datang dari Kampung Babakan Peuteuy, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi. Seorang warga bernama Pahru, yang selama 20 tahun tidak diketahui kabarnya dan bahkan telah dinyatakan meninggal dunia, ternyata masih hidup dan berada di Malaysia.

Hal tersebut disampaikan oleh Hidayat (34 tahun ) warga Kampung Ciselut Desa Ciwalat, Kecamatan Pabuaran, salah satu keponakan Pahru. Ia mengatakan, keluarga sempat benar-benar meyakini Pahru telah meninggal dunia karena tak pernah ada kabar selama dua dekade terakhir.

Bahkan, keluarga sudah beberapa kali menggelar tahlilan. “Selama 20 tahun tidak ada kabar sama sekali. Kami sekeluarga mengira Mang Pahru sudah meninggal, bahkan tahlilan juga sudah dilakukan,” ujar Hidayat kepada Sukabumiupdate.com, Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Target PAD 2026 Sektor Pajak Rp496,5 Miliar, Ini Strategi Bapenda Kabupaten Sukabumi

Menurut Hidayat, Pahru meninggalkan kampung halamannya sekitar 20 tahun lalu untuk mengadu nasib ke Malaysia. Saat itu, ia bekerja sebagai buruh tani di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Serawak. Namun, setelah beberapa waktu bekerja, Pahru mengalami musibah.

“Katanya HP, KTP, dan paspornya hilang dicuri. Beberapa tahun kemudian, ia dipecat oleh perusahaan dengan alasan faktor usia,” jelas Hidayat.

Setelah dipecat, Pahru tidak langsung pulang ke Indonesia. Ia memilih bertahan di Malaysia dan tinggal bersama seorang warga asal Cilacap, Jawa Tengah. Titik terang kabar Pahru baru terungkap pada 14 Januari 2026, ketika warga asal Cilacap tersebut menikah dengan seorang perempuan dari Kampung Ciselut, Desa Ciwalat, Kecamatan Pabuaran.

Baca Juga: Kecanduan Judol, Guru PPPK di Cianjur Rampok dan Aniaya Lansia Kerabat Sendiri

“Orang Cilacap itu bercerita kalau dia tinggal dengan seorang bapak-bapak bernama Pahru yang sudah 20 tahun kehilangan kontak dengan keluarganya di Indonesia. Dari situ kami kaget sekaligus bahagia,” tutur Hidayat.

Keluarga pun langsung memastikan kabar tersebut. Mereka akhirnya berhasil berkomunikasi melalui video call dengan Pahru yang kini berada di Serawak, Malaysia.

“Kemarin sudah video call. Alhamdulillah, Mang Pahru masih ingat dengan keluarganya semua,” katanya.

Baca Juga: Disdukcapil Sukabumi Perluas Akses Layanan Administrasi Melalui Program 'Saling Sapa'

Diketahui, Pahru memiliki seorang anak perempuan yang saat ini bekerja di Arab Saudi, sementara ia telah bercerai dengan istrinya. Anak Pahru juga sudah mengetahui kabar bahwa ayahnya masih hidup.

Namun, keinginan Pahru untuk pulang ke Tanah Air masih terkendala biaya. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, diperlukan dana lebih dari Rp20 juta untuk mengurus kepulangannya.

“Anaknya sudah tahu, tapi sekarang kendalanya biaya. Kami sekeluarga masih berusaha mencari solusi agar Mang Pahru bisa pulang ke kampung halaman,” pungkas Hidayat.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini