Jumat 09 Jan 2026, 19:33 WIB

Warga Babakan Cisarua Sukabumi Gigit Jari, Tak Kebagian Bantuan Rp10 Juta KDM

Derita panjang dialami oleh puluhan warga korban banjir bandang Sungai Cidadap di Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sudah satu tahun berlalu sejak bencana pertama, namun hingga kini mereka masih bertahan hidup dalam kondisi memprihatinkan, tanpa kepastian bantuan maupun relokasi.

Rumah-rumah warga di RT 02 RW 15 Kampung Babakan Cisarua hancur rata dengan tanah, sebagian ambruk dan sisanya terkubur pasir akibat terjangan banjir bandang. Bahkan, bencana paling parah yang terjadi pada akhir Desember 2025 lalu nyaris melenyapkan satu kampung.

Ironisnya, di tengah kondisi memilukan itu, para korban justru belum menerima bantuan biaya kontrakan sebesar Rp10 juta yang sebelumnya dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Informasi yang dihimpun, bantuan Rp10 juta tersebut justru lebih dulu diterima oleh 23 kepala keluarga (KK) di Kampung Sawah Tengah, wilayah yang baru satu kali terdampak bencana pada tahun 2025. Sementara warga Babakan Cisarua yang telah tiga kali dilanda bencana sejak 2024, hanya bisa gigit jari.

"Di sini kami ingin menyampaikan keluhan dan isi hati warga Kampung Babakan Cisarua yang merasa disepelekan oleh pemerintah. Padahal di sinilah bencana paling besar terjadi. Di kampung ini sudah tiga kali bencana, banjir bandang sampai longsor," ujar Wulan kepada Sukabumiupdate.com, pada Kamis (8/1/2025).

Video Update