Pedofilia, Empat Bocah Diduga Jadi Korban Sang Guru Ngaji di Cicurug Kabupaten Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 23 Sep 2017, 15:26 WIB
Pedofilia, Empat Bocah Diduga Jadi Korban Sang Guru Ngaji di Cicurug Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com – Sebanyak empat orang bocah di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, diduga jadi korban sodomi guru ngajinya sendiri.

Informasi dihimpun, kini pelaku sudah dibawa ke Mapolsek Cicurug, setelah sebelumnya diamankan di kantor Desa Tenjolaya, Sabtu (23/9/2017).

BACA JUGA: Ditinggal Kerja ke Arab, Ayah Kandung di Gegerbitung Kabupaten Sukabumi Tega Perkosa Anak yang Masih Sekolah

Menurut Kapolres Sukabumi, AKBP M Syahduddi, pelaku berinisal AA (33 tahun), warga Kampung Cipari, RT 1/2, Desa Cisaat Kecamatan Cicurug, merupakan guru ngaji dan diduga telah melakukan sodomi kepada empat orang anak-anak yang masih dibawah umur.

“Pelaku melakukan dengan cara bergiliran di rumah para korban, setiap malam Minggu. Bahkan pernah pula dilakukan di rumah pelaku,” tulisnya kepada sukabumiupdate.com saat dikonfirmasi melalui Chat WhatsApp, tadi sore.

BACA JUGA: Mengaku Jadi Korban Pelecehan, Dua Dara Ngadu ke Mapolsek Cikidang Resor Sukabumi

Pengakuan para korban, kata Syahduddi, ada yang mengalami tiga sampai lima kali kejadian. “Berawal dari Jumat (22/9/2017) sekitar pukul 22.40 WIB. Setelah melakukan kepada empat anak usia dibawah umur, siangnya salah satu korban, MFI mengadu ke pamannya, Aris, setelah itu baru laporan,” bebernya.

Pelaku berhasil diamankan ke kantor Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, dan untuk memastikan perbuatannya tersebut, kata Syahduddi, kini pelaku diamankan di Mapolsek  Cicurug. “Untuk menghindari perbuatan persekusi atau main hakim sendiri, dan untuk dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

BACA JUGA: Duh... Dua Ribu Gay Ada di Kabupaten Sukabumi

Adapun, kata Sayahduddi, yang diduga jadi korban pelaku, yaitu terdiri dari ACF (12 tahun), SA (9 tahun), MF (11 tahun), dan MFA (11 tahun), semuanya warga Kampung Bebera, RT 2/4, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

“Kini penanganan kasus tersebut diambil alih oleh Polres, untuk dikembangkan lebih lanjut, apakah ada korban lainnya atau lebih dari empat orang, atau tidaknya,” pungkas Syahdudi.

Berita Terkini