SUKABUMIUPDATE.com - Massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), gelar unjuk rasa di halaman Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Jalan R Syamsudin, Rabu (20/9/2017).
Mereka mengkritisi janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang dianggapnya tidak terealisasi.
BACA JUGA:Â Almamater Geruduk Balai Kota Sukabumi, Minta Rekonstruksi Pembangunan Pasar Pelita
Pantauan sukabumiupdate.com, para peserta aksi langsung berorasi di halaman depan Pemkot secara bergantian, dengan membawa bendera, serta spanduk bertuliskan "Rapot Merah Pemerintah Kota Sukabumi Masyarakat Belum Sejahtera Lawan Pemkot". Mereka pun berteriak, agar Wali Kota Sukabumi dilengserkan dari jabatannya.
HMI Cabang Sukabumi, memberikan raport merah kepada Pemerintah Kota Sukabumi, dalam rilisnya menyebutkan:
1. Kurang Kondusifitas Kota Sukabumi.
2.Penataan PKL yang masih semrawut dan tidak ada relokasi.
3. Taman yang tidak berfungsi sesuai mestinya.
BACA JUGA:Â Almamater Laporkan Wali Kota Sukabumi dan PT AKA ke KPK
4. Pasar Pelita yang masih mangkrak.
5. Tidak meratanya pelayanan kesehatan.
6. Hutan taman kota yang hilang.
7. Pembangunan taman yang dialihkan belum direalisasikan, melihat dari dana CSR, dana hibah yang sudah terangkum dalam RAPBD sudah turun.
BACA JUGA:Â Dilaporkan ke KPK, Wali Kota Sukabumi: Silakan Demo dan Buktikan
8. Adanya dugaan sunat menyunat pada dana Bantuan Sosial, melalui PPKD di bidang pendidikan.
9. Penatausaha dan kelola aset tetap belum optimal.
10. Pemberian uang penghargaan atau pembinaan pada dua SKPD kurang poting pajak (realisasi kepada Sekda, dan BPMPKB).
Aksi tersebut pun mendapatkan penjagaan ketat dari aparat polisi, dan petugas Satpol PP. Hingga berita ini diturunkan, peserta aksi masih berorasi dan mengunggu kehadiran Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz.