SUKABUMIUPDATE.com - Tim khusus dari Kantor Staf Presiden (KSP) Jokowi, Jumat (8/9) kemarin datang ke Kabupaten Sukabumi untuk menyerap informasi langsung terkait konflik lahan di Desa Pasirdatar Indah dan Sukamulya, Kecamatan Caringin. KSP datang untuk ikut berkontribusi mencarikan solusi atas konflik antara perusahaan dan petani penggarap yang berujung aksi anarkisme dan tindak pidana.
Bersama tim dari Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi, KTR BPN (Kementrian Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional) tim dari KSP ini menemui ratusan petani yang menggarap lahan PT SNN (Surya Nusa Nadicipta) sebagai pemenang HGB (Hak Guna Bangunan). Dalam pertemuan di salah satu masjid di Desa Sukamulya tersebut, Usep Setiawan salah seorang staf KSP menegaskan bahwa konflik tersebut harus diakhiri.
BACA JUGA:Â Tragedi di PT. SNN Pasirdatar Kabupaten Sukabumi, Beberapa Asset Perusahaan Hancur
“Kita awali reforma agraria atau konflik agraria, atau sengketa tanah Pasirdatar dan Sukamulya ini dengan niat yang baik dan tulus, juga jujur. Mari kita bersihkan hati kita dan yakin bahwa kita punya niat baik untuk menyeselesaikan sengketa tanah ini dalam rangka reforma agraria ini,†ujar Usep didepan para petani penggarap.
Usep mengajak semua pihak untuk bersama-sama berjuang menyelesaikan permasalahan ini. “Pihak yang terkait dengan sengketa tanah ini yang pertama adalah pemerintah, bagian dari pemerintah ini punya kewajiban sesuai dengan tugas nya masing-masing untuk menyelasaikan konflik agraria ini,†lanjut Usep
Pihak selanjutnya adalah petani. Pemerintah dan organisasi tani ini adalah dua pihak yang berada paling depan untuk penyelesaian konflik agraria ini. Dan pihak ke 3 karena adalah satu badan usaha yang memegang HGB, maka pihak perusahaan pun harus menjadi bagian penyelesaian konflik agraria. "Jika ingin menjadi bagian dari pihak reforma agraria ini maka syaratnya hanya satu harus duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan masyarakat disini,†sambung Usep.
BACA JUGA:Â Polisi Diminta Usut Kejadian di Kantor PT. SNN Pasirdatar Kabupaten Sukabumi
KSP menurut Usep akan mendorong perusahaan (PT SNN) untuk melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan usahanya. “Reforma agraria akan terlaksana jika pemerintah dan masyarakatnya bisa bekerja sama, apalagi dengan perusahaannya. Pola usaha seperti apa yang cocok dilakukan disini, antara petani, masyarakat, pemerintah, dan perusahaan. Dirundingkan bersama-sama, dan dijalankan bersama-sama sehingga nanti aksinyapun bisa berjalan bersamaan. Jadi bukan tidak boleh ada perusahaan disini,†jelasnya.
Usai mendatangi petani di Desa Sukamulya dan Pasirdatar Indah, tim KSP juga menyempatkan menemui 10 petani penggarap yang saat ini meringkuk di sel tahanan Polres Sukabumi. Para petani ini dikenakan pasal pidana pengrusakan aset PT SNN yang dibakar beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Â PT. SNN: Tidak Benar Perusahaan Mengusir Petani Penggarap di Pasirdatar Indah Kabupaten Sukabumi
“Ini pembelajaran yang berharga bagi masyarakat Pasirdatar Indah dan Sukamulya maupun untuk masyarakat Indonesia bahwa sengketa tanah jika tidak diselesaikan itu dampaknya akan kemana-mana. Meski demikian, kita harus hormati proses hukum yang sedang berjalan,†tambahnya.
KSP sendiri ditugaskan Jokowi untuk ikut aktif memfasilitasi permasalahan lahan di Pasirdatar Indah dan Sukamulya, termasuk mencari jalan musyawarah termasuk untuk kasus hukumnya. “Di satu sisi kita jadikan ini sebagai pelajaran dan perhatian lebih , juga kejadian-kejadian setelah ini. Kita akan upaya kan jalan yang berlebih bersifat kekeluargaan dengan cara musyawarah,†pungkasnya.