Kapolda Jabar Kunjungi Kota Hiroshima Dua di Cireunghas Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Kamis 31 Agu 2017, 01:35 WIB
Kapolda Jabar Kunjungi Kota Hiroshima Dua di Cireunghas Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Selain mengunjungi Mapolsek Cireunghas Resor Sukabumi, dan memantau situasi keamanan jelang kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kepala Polda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charlian juga menyempatkan diri berkunjung ke Cagar Budaya Kota Hiroshima Dua di Kampung Pojok, Desa Tegalpanjang, Rabu (30/8/17).

Anton mengaku sebagai pecinta budaya. Namun saat melihat peninggalan di zaman Jepang tersebut, dirinya menyayangkan karena kondisi sekitar telah banyak yang rusak.

BACA JUGA: Presiden Hendak ke Sukabumi, Kapolda Jabar Kunjungi Polsek Cireunghas

"Seharusnya masyarakat juga peduli terhadap peninggalan zaman penjajajahan tersebut. Setelah 72 tahun saja sudah banyak yang rusak, bagaimana 100 tahun kedepan, kemungkinan tidak ada," sesalnya kepada sukabumiupdate.com, di sela-sela kunjungannya di lokasi cagar budaya.

Ia pun mengingatkan kepada pemerintah desa setempat untuk bersama-sama menyelamatkan, menjaga, dan menggali sejarah, serta cagar budaya peninggalan para pejuang.

"Bagaimana pun ini bagian dari sejarah, dan bagian dari sejarah desa. Kita perlu tahu, dulu itu pernah ada apa? Tolong digali sejarahnya," imbaunya seraya mengingatkan.

Anton memperkirakan, masyarakat desa setempat sendiri, belum tentu tahu persis, seperti apa sejarahnya? Karena, kata dirinya, ada yang bilang bekas pabrik senjata, ada pula yang bilang bekas pengolahan emas, bekas satu pabrik, sehingga kamp bekas peninggalan tersebut belum jelas asal usulnya.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Akan Kunjungi Sukabumi Selama Dua Hari

"Peninggalan sejarah ini pasti berhubungan dengan desa di ini. Untuk mendorong cagar budaya ini pertama harus ada kesadaran dari masyarakat, agar tidak merusak walaupun hanya bentuknya batu. Jangan mentang-mentang untuk berkebun kemudian di rusak," tandasnya.

Kedua, lanjut Anton, perlu ada yang menyelamatkan termasuk donatur tergerak untuk membeli lahan tersebut, kemudian menyerahkannya kepada desa untuk diselamatkan, agar tidak dirusak.

"Kalau dari pemerintah tidak mungkin, karena masih banyak kebutuhan lain yang harus dibangun. Infrastruktur, ketahanan pangan, dan lainnya. Sementara ini kebutuhan sekunder," paparnya.

Sementara Tedi Ginanjar, selaku Ketua Yayasan Cagar Budaya Kota Jepang Pojok Gunung Kekenceng (Hiroshima Dua) mengatakan, Kota Militer Hiroshima Dua adalah sejarah penjajahan Indonesia, untuk memindahkan ibukota Indonesia, ke Tegalpanjang.

Hal itu diakuinya, karena sudah diteliti selama empat tahun.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Akan Bagikan 3.000 Paket Sembako di Cibadak Kabupaten Sukabumi

"Hiroshima Dua, cagar budaya yang sangat perlu dilestarikan karena di sinilah salah satu cikal bakal TNI dan Polri, waktu jalan penjajahan Jepang. Mereka dilatih untuk menjadi Heiho, Keibodan, dan Seinendan," sebutnya.

Tedi berharap dukungan semua pihak, termasuk TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) maupun pusat, untuk melestarikan situs cagar budaya tersebut, agar generasi penerus mengetahui sejarah perjuangan seperti apa?

"Pahitnya perjuangan hingga mengorbankan nyawa, darah, dan air mata. Oleh karena itu, perlu dilestarikan, agar kelak anak cucu kita tahu, jati diri perjuangan bangsa," tandasnya.

Berita Terkini