TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Jaminan Dikembalikan, Ridwan Kamil Soal Jenazah Pasien di RSUD Jampangkulon Sukabumi

Penulis
Senin 29 Agt 2022, 19:12 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Manajemen RSUD Jampangkulon Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, hari ini 29 Agustus 2022 mengembalikan STNK dan KTP yang sempat jadi jaminan untuk membawa jenazah pasien. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga memberikan tanggapan atas kasus yang sempat jadi sorotan publik di Sukabumi ini.

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Jampangkulon mengundang anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Andri Hidayana dan Kepala Desa Caringinnunggal, Kecamatan Waluran untuk menyelesaikan masalah ini.  Pertemuan berlangsung di aula manajeman RS Jampangkulon. 

Sebelumnya, Andri Hidayana memprotes penahanan pasien yang meninggal pada Kamis 25/8/2022, dan baru bisa dibawa pulang oleh keluarga dengan jaminan STNK ambulans desa dan KTP suami pasien.

Dalam pertemuan itu, Direktur RSUD Jampangkulon, dr. Rochady Hendra SW mengatakan pertemuan ini adalah silaturahmi sekaligus membahas pembahasan tersebut. 

"Pada intinya manajemen RSUD Jampangkulon mohon maaf atas kejadian kemarin. Semoga menjadi bahan perbaikan kualitas pelayanan untuk kedepannya," jelasnya kepada sukabumiupdate.com.

Rochady Hendra berharap tidak terulang lagi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemilik rumah sakit sudah memberikan penegasan kepada manajemen agar tidak ada lagi minta jaminan baik STNK, KTP, atau barang berharga lainnya kepada keluarga pasien. 

photoManajemen RS Jampangkulon Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, hari ini 29 Agustus 2022 mengembalikan STNK dan KTP yang sempat jadi jaminan untuk membawa jenazah pasien. - (istimewa)</span

"Itu sudah ada skenarionya, seperti BPJS (PIB), KIS, dan Gakinda. Kalaupun ada yang meminta, itu urusannya pribadi dan akan dipidanakan. Ini nomor pengaduan pelayanan RSUD Jampangkulon 085811113159," jelasnya.

Dihubungi terpisah, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Andri Hidayana membenarkan pertemuan tersebut untuk menjelaskan tentang proses mereka yang disampaikan melalui media (pemberitaan) dan status atau konten medsos, atas sikap pegawai RSUD yang meminta jaminan

"Alhamdulilah sudah clear permasalahannya. RSUD sudah memohon maaf. Pada intinya biar kedepan pelayanan RS lebih baik, menjalin komunikasi dengan para kepala desa di wilayah Pajampangan pun terjalin baik," jelas Andri kepada sukabumiupdate.com.


Editor
Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x