Kepada Para Akademisi, Prabowo Tanya Kenapa Indonesia Tidak Bisa Bikin Mobil dan Motor Sendiri?

Sukabumiupdate.com
Sabtu 27 Jun 2026, 14:32 WIB
Kepada Para Akademisi, Prabowo Tanya Kenapa Indonesia Tidak Bisa Bikin Mobil dan Motor Sendiri?

Prabowo dan Gibran saat jadi calon presiden (Sumber : akun medsos prabowo gibran)

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pertanyaan kepada kalangan akademisi. Salah satu yang mencolok adalah kenapa Indonesia hingga detik ini tidak mampu membuat mobil dan motor sendiri, made in indonesia.

Prabowo bertanya mengapa Indonesia yang menjelang usia ke-81 tahun belum mampu memproduksi secara mandiri sejumlah kebutuhan strategis. Pertanyaan itu kembali ia sampaikan di hadapan para akademisi dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat 26 Juni 2026. 

"Kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?" tanya Prabowo kepada para rektor, dekan, dan dosen yang hadir.

Baca Juga: Menghijaukan Kembali Hulu Sungai Cikaso Sukabumi, Dihancurkan Tambang dan Penebangan Liar

"Saya berdiri di depan saudara-saudara. Kalian yang PhD. Kenapa kita tidak punya, kita beli motor 10 juta motor tiap tahun, kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia? Tapi saya terima kasih kampus, saya terima kasih kita mulai ke arah punya mobil sendiri," sambung Prabowo.

Terkait mobil dinas, Prabowo mengatakan perlahan mulai mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setelah resmi dilantik sebagai Presiden, Prabowo memilih kendaraan buatan dalam negeri sebagai mobil kepresidenan, yakni Maung MV3 Garuda Limousine.

Prabowo mengaku memiliki kepuasan tersendiri karena usai pelantikan di Gedung DPR menuju Istana Merdeka, dirinya langsung menggunakan mobil produksi PT Pindad (Persero) tersebut.

Baca Juga: Klarifikasi Pengurus Travel Pajampangan Soal Remaja Melahirkan Tanpa Suami di Tegalbuleud

"Desainnya Indonesia, dibuat di Indonesia. Tidak 100%, dan tidak ada mobil di dunia yang 100% produknya dari satu negara. Tapi kalau 65%, 70%, itu sudah boleh kita klaim buatan Indonesia," kata Prabowo.

Meski merasa puas dapat menggunakan mobil karya anak bangsa, Prabowo mengaku sempat menghadapi sejumlah kendala teknis pada awal penggunaan Maung sebagai mobil kepresidenan. Namun, ia memaklumi hal tersebut dan meminta agar dilakukan penyempurnaan.

"Risikonya sekarang selama saya jadi presiden ya harus naik mobil buatan Indonesia. Waktu bulan-bulan pertama ya lumayan, kecuali kalau hujan keras. Kalau hujan keras sempat bocor juga itu. Tapi saya kembalikan. Profesor Sigit gimana nih mobil presiden bocor? Perbaiki. Enggak apa-apa, minimal kita mulai, kita harus berani mulai," kata Prabowo dilansir dari suara.com.

Baca Juga: Benarkah 7 Dari 10 Lajang di Kota Sukabumi Belum atau Kesulitan Menikah?

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan maksud pernyataan Prabowo terkait mobil nasional yang disampaikan di hadapan para akademisi.

"Iya tadi salah satu yang disinggung. Kita berharap makin banyak tenaga-tenaga ahli terampil di bidang yang kita kehendaki untuk bergabung mengembangkan mobil nasional kita dan motor nasional. Tapi memang kemungkinan besar arahnya ke mobil maupun motor listrik," tutur Prasetyo.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini