Review Film Toy Story 5 : Angkat Dilema Mainan Klasik di Tengah Gempuran Gadget

Sukabumiupdate.com
Sabtu 27 Jun 2026, 11:00 WIB
Review Film Toy Story 5 : Angkat Dilema Mainan Klasik di Tengah Gempuran Gadget

Review Film Toy Story 5 : Angkat Dilema Mainan Klasik di Tengah Gempuran Gadget (Sumber : Instagram/@imax)

SUKABUMIUPDATE.com - Film Animasi Pixar, Toy Story kembali dengan musim ke-5 nya yang telah tayang di seluruh bioskop Indonesia pada Rabu, 17 Juni 2026, lebih awal daripada jadwal rilis di Amerika Serikat pada 19 Juni 2026.

Toy Story 5 hadir dengan membawa cerita baru tentang mainan klasik seperti Sheriff Woody, Buzz Lightyear, hingga Jessie yang harus menghadapi teknologi, yaitu Lilypad yang berhasil menarik perhatian anak-anak.

Dalam film Toy Story 5 yang digarap oleh sutradara Andrew Stanton akan memperlihatkan konflik antara mainan klasik dengan gadget yang kini mulai menguasai perhatian anak-anak, hingga waktu dihabiskan untuk bermain dengan gadget masing-masing sebagai hiburan.

Baca Juga: Toy Story 5 Tayang Juni 2026, Woody dan Kawan-Kawan Hadapi Ancaman Gadget di Era Digital

Sinopsis Film Toy Story 5

Film Toy Story 5 menceritakan tentang Bonnie yang tidak berteman dengan teman-teman seumurannya karena sudah tidak ada lagi yang bermain dengan mainan klasik, dan banyak menggunakan gadget.

Melihat Bonnie yang sedih karena merasa tidak punya teman, kedua orang tuanya membelikan sang anak tablet canggih berbingkai katak warna hijau bernama Lilypad sebagai bentuk hiburan agar tidak terus bersedih.

Bonnie senang sampai akhirnya memiliki teman karena sekarang sudah punya gadget. Namun, perlahan-lahan Bonnie menjadi kecanduan bermain Lilypad dan lupa dengan mainan yang telah lama menemainya.

Hal tersebut menjadi ancaman bagi para mainan klasik karena mereka sudah dilupakan oleh Bonnie yang asyik dengan gadget. Mereka berusaha mencari cara agar Bonnie kembali memainkan mereka lagi dan menangani kehadiran Lilypad.

Baca Juga: Lirik Lagu I Knew It, I Knew You Taylor Swift, Original Soundtrack Film Toy Story 5

Review Film Toy Story 5

Kali ini, Toy Story tampil dengan gaya berbeda dengan menampilkan kisah yang relevan saat ini. Dimana para anak-anak masa kini tidak lagi bermain dengan mainan pada umumnya, melainkan menggunakan gadget sebagai sarana hiburan serta mengisi waktu luangnya.

Eksekusi film ini dibuat dengan baik dalam memperlihatkan pola perilaku anak-anak saat ini yang terpaku pada gadget sampai tidak sadar bahwa ada dunia yang lebih menyenangkan untuk mereka.

Cerita dan alur Toy Story 5 ini bukan bermaksud menghakimi anak-anak yang kecanduan gadget, tapi berusaha untuk merangkul para anak mengenai persahabatan dan teknologi di tengah era digital.

Jadi, film animasi satu ini hadir bukan sekedar melepas rindu para penggemar, tapi sebagai film yang menjadi gambaran dan pelajaran untuk anak-anak agar bisa menikmati masa muda mereka tidak hanya dengan gadget, melainkan bersama mainan klasik juga.

Selain itu, Toy Story 5 tampil berani dengan mengubah karakter utama, alih-alih Woody atau Buzz, kali ini film tersebut memilih Jessie sebagai tokoh utama untuk memperkuat cerita yang akan diperlihatkan kepada penonton.

Jessie yang dikenal sebagai tokoh mainan ceria, kuat, dan berprinsip memang tepat dipilih jadi pemeran utama. Karena, dengan sifatnya itu membuat ia terus berusaha meyakinkan para mainan untuk tidak menyerah meski sudah tidak dimainkan oleh Bonnie.

Bahkan, ia mencoba berbagai cara agar bisa membuat Bonnie kembali sadar akan kehadiran para mainan tersebut daripada fokus pada gadget. Karena ia yakin bahwa sebenarnya mereka adalah teman-teman baik yang akan menemani hidup Bonnie.

Apalagi saat Jessie melihat langsung kalau Bonnie dapat akrab saat bermain dengan Lilypad ketika bersama teman-teman ketika mengikuti pemiliknya. Hal itu menyadarkan ia bahwa posisinya benar-benar sudah tergantikan sebagai mainan.

Lebih menarik lagi dalam film Toy Story 5 adalah menghadirkan kisah pahit Jessie saat mulai tidak dianggap oleh pemilik sebelumnya, Emily. Hal ini menyadarkan bahwa posisi mainan saat ini mulai terancam karena kehadiran gadget yang canggih mampu menarik perhatian anak-anak, sehingga emosi para penonton dibuat naik-turun.

Kalau soal visual, Toy Story 5 tidak perlu diragukan lagi. Berdurasi 102 menit, film ini mampu memanjakan penonton dengan visual yang mengesankan sampai bikin untuk menontonnya. Bahkan, terasa seperti ikut masuk ke dalam dunia para permainan dan ikut berimajinasi saat menontonnya.

Visual dari para gadget seperti Lilypad, Smarty Pants, Snappy, hingga Atlas ditampilkan dengan sangat menarik yang mungkin bakal bikin anak-anak ingin memiliki mereka setelah menonton Toy Story 5.

Meski begitu, Toy Story 5 memiliki ketegangan yang kurang pada bagian klimaks sehingga sebagian penonton merasa tersentuh, tapi mendapatkan emosi yang maksimal. Selain itu, kehadiran Woody sebagai pelengkap dalam film ini.

Namun, kehadiran Woody tetap menghibur, terutama ketika ia berdebat dengan Buzz untuk mencari Jessie yang hilang. Momen tersebut membawa kenangan bagi para penggemar yang telah mengikuti film ini dari musim pertama.

Jadi, Toy Story 5 tidak hanya sekedar hiburan, tapi juga membawa pesan untuk para orang tua agar lebih bijaksana lagi ketika ingin memberikan gadget kepada anak-anak. Jangan sampai waktu mereka habis di depan layar, di saat ada banyak sekali momen indah di luar sana.

Berita Terkait
Berita Terkini