SUKABUMIUPDATE.com - Wilayah Sukabumi bagian Selatan, selama beberapa waktu terakhir kerap dilanda gempa bumi. Hari ini, Minggu (2/4) sekitar pukul 11.32 WIB gempa dengan magnitude 2.6 skala richter berpusat di sekitar laut selatan Sukabumi, 7.64 lintang selatan, 106.44 bujur timur, atau 96 kilometer Barat Daya Kota Sukabumi, dengan kedalaman 33 kilometer.
Badan Meteorologi Klimatologi da Geofisika (BMKG) mencapat, gempa tersebut dan gempa-gempa lainnya yang terjadi di Sukabumi selama ini masih relatif kecil, dan tidak berpotensi tsunami. “Gempa tersebut sejauh ini masih bersifat normal, jadi masyarakat Sukabumi dihimbau untuk tidak terlalu panik dan khawatir,†jelas Sopyan Hadi Rahman petugas BMKG Kantor Palabuhanratu, Kepada sukabumiupdate.com, Minggu (2/4).
Sopyan menjelaskan, Sukabumi masuk peta rawan gempa karena memiliki dua sumber patahan yang labil. Pertama, adalah zona subduksi, pertemuan lempeng indo Australia dan Eurasia, yang berada di sepanjang pantai selatan Indonesia, termasuk Kabupaten Sukabumi.
Kedua, adalah adanya sesar Cimandiri, yang memanjang dari Citarik Palabuhanratu hingga arah Kota Sukabumi. “Untuk gempa yang bersumber dari sesar Cimandiri tidak akan berpotensi tsunami karena berada di darat. Namun yang di pantai Selatan, warga pesisirnya harus waspada,†lanjut Sopyan.
Namun, lanjut Sopyan, gempa yang terjadi akhir- akhir ini, tidak ada berpotensi terjadi tsunami, karena rata-rata magnitude gempanya kurang dari 6,0 SR. “Intinya warga Sukabumi harus belajar hidup dengan potensi bencana gempa bumi. Latihan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,†pungkasnya.
