SUKABUMIUPDATE.com - Hujan deras yang mengguyur Palabuhanratu sejak dini hari, Senin (12/1/2026), kembali membuka luka lama yang tak kunjung sembuh. Puskesmas Palabuhanratu, fasilitas kesehatan vital bagi masyarakat kembali terendam banjir hingga seluruh aktivitas pelayanan medis lumpuh total.
Luapan air terjadi begitu cepat. Tenaga kesehatan, pasien, serta keluarga pasien terpaksa dievakuasi secara darurat demi keselamatan. Sejumlah ruang pelayanan tergenang, sementara peralatan medis ikut terdampak. Situasi ini bukan hanya mengganggu operasional, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan pasien dan keberlangsungan layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, mengakui bahwa persoalan banjir di Puskesmas Palabuhanratu bukan kejadian baru. Dari hasil evaluasi, ditemukan sejumlah kelemahan pada kondisi bangunan yang perlu segera dibenahi.
Baca Juga: Gerakan Cegah Cacingan dan Stunting, Kadinkes Sukabumi Apresiasi KUCING UNYU Puskesmas Kabandungan
“Untuk kondisi bangunan, memang ada bagian pelayanan kebidanan yang mengalami kebocoran dari atas saat hujan deras. Itu yang harus segera diperbaiki. Namun secara umum, bagian lainnya relatif masih bagus,” ujar Maskur.
Namun, pengakuan tersebut sekaligus menegaskan paradoks yang selama ini terjadi. Secara fisik, puskesmas dinilai layak. Tetapi setiap kali hujan deras turun, banjir hampir selalu datang dan memaksa pelayanan dihentikan.
“Kalau tidak banjir, sebenarnya layak sebagai puskesmas. Tapi masalahnya, setiap hujan deras selalu banjir, sehingga pelayanan tidak bisa dilakukan,” tegasnya.
Baca Juga: Doa Isra Miraj 27 Rajab 1447 H untuk Memohon Segala Hajat, Yuk Diamalkan!
Banjir yang terjadi beberapa hari lalu pun berdampak langsung pada keselamatan dan operasional. Selain menghentikan layanan, genangan air berpotensi membahayakan pasien dan merusak alat kesehatan.
“Dampaknya jelas. Pelayanan tidak bisa diberikan, keselamatan pasien terancam, dan ada beberapa alat kesehatan yang terdampak, termasuk peralatan gigi,” ungkap Maskur.
Di tengah persoalan yang berulang ini, relokasi Puskesmas Palabuhanratu akhirnya jadi solusi. Maskur memastikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengalokasikan anggaran relokasi tahun 2026, dengan lokasi baru di Komplek Perkantoran Jajaway.
Baca Juga: Kak Seto Buka Suara soal Pernah Mengabaikan Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans
“Alhamdulillah, Pak Bupati sudah mengalokasikan anggaran di tahun 2026. Relokasi Puskesmas Palabuhanratu akan segera kita lakukan dan anggarannya sudah masuk dalam DPA 2026,” ujarnya.
Sambil menunggu proses relokasi, Dinas Kesehatan menyiapkan langkah jangka pendek untuk menekan resiko banjir. Salah satunya dengan menelusuri penyebab utama luapan air yang kerap terjadi.
“Kami sudah meninjau langsung. Selain faktor hujan deras, bentuk jembatan akses menuju puskesmas diduga memicu luapan air. Kami sudah berkoordinasi dan saat ini masih menunggu kajian teknis dari Dinas Perumahan dan Permukiman,” jelas Maskur.
Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karir DJ Patricia Schuldtz, Menantu Tommy Soeharto
Meski berada dalam kondisi darurat, Maskur menegaskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Palabuhanratu tidak boleh berhenti. Saat banjir terjadi, pihaknya memastikan skema pelayanan alternatif tetap berjalan.
“Dalam situasi apapun, pelayanan kesehatan harus tetap diberikan. Kemarin kami lakukan pengalihan pelayanan ke beberapa lokasi lain agar masyarakat tetap terlayani,” katanya.
Dengan anggaran relokasi yang telah disiapkan, Dinas Kesehatan berharap persoalan banjir yang selama ini menghantui Puskesmas Palabuhanratu tidak lagi terulang. Pemerintah daerah pun dituntut untuk memastikan fasilitas kesehatan ke depan benar-benar aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman bencana.
Baca Juga: Kaya Antioksidan, 7 Manfaat Buah Ceri Untuk Kesehatan
“Ini bukan sekadar soal bangunan, tetapi soal keselamatan dan hak masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” pungkasnya.



