SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah secepatnya akan memperkenalkan atau lebih tepatnya memberlakukan ekstrakurikuler bela negara di sekolah-sekolah Indonesia. Para prajurit Tentara Nasional Indonesia dari pusat hingga daerah akan menjadi pendamping dan pelatihan fisik dalam ekskul Korps Kadet Republik Indonesia atau KKRI.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Gabriel Lema, usai peluncuran program ekstrakuler KKRI secara nasional yang digelar di SMK 26 Jakarta, Jakarta Timur, pada Rabu, 22 September 2026. Menurut dia, program ekstrakurikuler bela negara Korps Kadet Republik Indonesia atau KKRI di sekolah akan melibatkan prajurit Tentara Nasional Indonesia dari pusat hingga daerah.
Prajurit dari jajaran Komando Distrik Militer hingga Komando Rayon Militer akan diturunkan langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pendampingan dan pelatihan fisik. “Prajurit diturunkan. Sampai tingkat koramil dan kodim di seluruh Indonesia,” kata Gabriel dilansir dari tempo.co.
Baca Juga: Eliano Reijnders Sebut Persib Bandung Kembali ke Jalur yang Juara Usai Menang atas Persijap
KKRI merupakan ekstrakurikuler baru yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari pembinaan kesadaran bela negara. Program ini menyasar sekolah menengah atas dan sederajat. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggandeng Kementerian Pertahanan dan TNI.
Secara teknis, Gabriel menjelaskan, program KKRI memadukan dua metode pembelajaran, yakni berbasis digital di platform KKRI dan pertemuan tatap muka. Dalam platform digital tersebut, Kementerian Pertahanan menyediakan delapan kelas materi yang meliputi pembinaan karakter, penguatan kepemimpinan, tes psikologi, tes Intelligence Quotient atau IQ dan sejumlah materi lainnya.
Para kadet nantinya akan menyimak materi pembelajaran melalui konten yang tersedia di platform tersebut. Selanjutnya, kegiatan akan disempurnakan dengan sesi aktivitas fisik yang dipandu secara berkala oleh prajurit TNI sekitar sekali dalam seminggu.
Baca Juga: Ngaku KPK Jabar, Dua Pelaku Pemerasan Petani Sukabumi Terancam 9 Tahun Penjara
"Aktivitas fisik itu nanti penyatuan materi setiap minggunya di setiap bulan. Ini langsung ditangani secara bersama antarkementerian lewat sekretariat di sekolah-sekolah," tutur Gabriel.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa program KKRI bertujuan memberikan alternatif pilihan pengembangan kepemimpinan bagi para siswa. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mewajibkan sekolah maupun siswa untuk mengikuti program ini. "KKRI ini merupakan ekstrakurikuler yang sifatnya pilihan, ya," ujar Atip.















