SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz mengakui pemangkasan anggaran berdampak signifikan terhadap pelaksanaan sejumlah program literasi nasional, termasuk program distribusi buku ke berbagai daerah yang tidak dapat dilanjutkan pada 2026.
Aminudin mengatakan penurunan anggaran yang cukup drastis membuat sejumlah program prioritas Perpusnas terhambat.
"Betul, dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi menjadi terganggu," kata Aminudin.
Baca Juga: Wargi Sukabumi, Bansos PKH-BPNT Cair Hari Ini! Cek Nama Kamu dan Besaran Bantuan Disini
Salah satu program yang terdampak adalah bantuan buku untuk desa, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), lembaga pemasyarakatan (lapas), dan puskesmas. Pada 2024 hingga 2025, Perpusnas menjalankan program pembagian 1.000 buku untuk setiap lokasi sasaran yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
"Misalnya kami kan membuat inisiatif pembagian buku ke setiap desa, Taman Baca Masyarakat Lapas Puskesmas itu tahun 2024-2025 satu lokus satu 1000 buku. ini kan disambut dengan sangat luar biasa, dimanfaatkan dengan sangat baik dan ini mendapatkan respons yang sangat-sangat positif. Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya," ujarnya, dikutip dari TV Parlemen.
Menurut Aminudin, keterbatasan anggaran membuat program tersebut tidak dapat dilanjutkan pada tahun ini meskipun manfaatnya dinilai besar dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat.
Baca Juga: Hati-hati Nomor WA Penipu Klaim Sebagai Wakil Bupati Sukabumi Andreas
Dalam rapat tersebut juga disampaikan realisasi anggaran Perpusnas tahun 2025. Dari pagu anggaran awal sebesar Rp721,6 miliar, pemerintah melakukan pemblokiran anggaran senilai Rp132 miliar sehingga anggaran yang dapat digunakan menjadi Rp589,59 miliar.
Namun, pada 2026 anggaran itu mengalami penyusutan ke angka Rp 377,9 miliar.
“Terkait dengan realisasi anggaran tahun anggaran 2025 sebesar 583.255.393.296 6 atau sebesar R98,93% dari pagu setelah blokir sebesar 589.590.203.000 miliar,” pungkasnya.














