Buku Jejak Aroma Teh Parakansalak Segera Terbit, Diarpus Sukabumi: Libatkan ANRI dan Arsip Nasional Belanda

Sukabumiupdate.com
Kamis 16 Jul 2026, 20:48 WIB
Buku Jejak Aroma Teh Parakansalak Segera Terbit, Diarpus Sukabumi: Libatkan ANRI dan Arsip Nasional Belanda

Rakor virtual Diarpus Sukabumi bersama ANRI dan National Archives of the Netherlands bahas penertiban Buku "Jejak Aroma Teh Parakansalak Sukabumi" Kamis (9/7/2026). (Sumber : Istimewa.).

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan National Archives of the Netherlands (NAN) mematangkan rencana penerbitan Naskah Sumber Arsip (NSA) "Jejak Aroma Teh Parakansalak Sukabumi".

Persiapan itu dibahas dalam rapat koordinasi secara virtual pada Kamis (9/7/2026) sebagai bagian dari kerja sama pelestarian sejarah lokal melalui penyusunan arsip primer yang ditargetkan terbit tahun ini.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi, Dadang Rustandi, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Arsip, Indah Kemala Fartin, mengatakan, rapat koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan dokumen historis bernilai tinggi sekaligus mematangkan kerja sama penerbitan Naskah Sumber Arsip (NSA) "Jejak Aroma Teh Parakansalak Sukabumi".

Menurut Indah, dalam pembahasan tersebut Kabupaten Sukabumi mendapat amanat untuk mempersiapkan peluncuran buku yang akan diterbitkan dalam dua versi, yakni buku cetak dan e-book. Naskah sumber arsip itu juga direncanakan disajikan dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris agar dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Bencana, BPBD Sukabumi Gandeng Mahasiswa IPB Edukasi Pelajar

"Dalam pembahasan tersebut, Kabupaten Sukabumi diamanatkan untuk mempersiapkan acara peluncuran (launching) buku yang rencananya diterbitkan dalam dua versi, yakni e-book (digital) dan buku konvensional (cetak)," kata Indah, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, penyusunan Naskah Sumber Arsip merupakan upaya menghimpun berbagai sumber arsip mengenai Perkebunan Teh Parakansalak yang selama ini tersebar di Arsip Nasional Republik Indonesia dan National Archives of the Netherlands menjadi satu referensi sejarah yang utuh.

Berdasarkan concept note kegiatan, Perkebunan Teh Parakansalak memiliki nilai sejarah penting karena didirikan pada 1844 oleh Guillaume Louis Jaques van der Hucht. Keberadaannya menjadi salah satu penanda perkembangan perkebunan teh di Hindia Belanda sekaligus merepresentasikan transisi kebijakan ekonomi kolonial dari sistem Cultuurstelsel menuju ekonomi liberal di wilayah Priangan, khususnya Afdeeling Sukabumi.

Baca Juga: Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Senilai Rp5,8 Miliar Mulai Dibangun di Ujunggenteng Sukabumi

Narasi sejarah Parakansalak tidak hanya berkaitan dengan perkembangan komoditas teh, tetapi juga memuat perjalanan keluarga Van der Hucht dalam membuka perkebunan. Arsip keluarga tersebut mencatat perjalanan kapal Sara Johanna pada 1843 hingga meninggalnya Janetje Pen, istri Jaques van der Hucht, serta Jan Pieter van der Hucht akibat kerasnya iklim tropis.

Selain itu, Parakansalak juga tercatat memiliki jejak diplomasi budaya melalui Gamelan Sari Oneng yang tampil pada De Internationale Koloniale en Uitvoerhandel Tentoonstelling di Amsterdam pada 1883 dan World's Columbian Exposition di Chicago pada 1893. Rekaman pertunjukan tersebut masih tersimpan dalam bentuk wax cylinder di Library of Congress, Amerika Serikat.

Indah mengatakan, sebagian besar sumber primer mengenai sejarah Parakansalak masih terfragmentasi di ANRI dan National Archives of the Netherlands. Di sisi lain, sebagian dokumen masih menggunakan bahasa Belanda abad ke-19 sehingga diperlukan proses identifikasi, penghimpunan, transliterasi, penerjemahan, serta penyusunan kembali menjadi Naskah Sumber Arsip yang dapat diakses lebih luas.

Baca Juga: Petisi 'Usir Argentina' Tembus 13,8 Juta Tanda Tangan, Dipicu Sejumlah Kontroversi

Penerbitan NSA tersebut memiliki sejumlah tujuan, di antaranya menghimpun arsip tekstual, kartografis, dan fotografis yang berkaitan dengan Perkebunan Teh Parakansalak, menyediakan referensi sejarah primer yang terverifikasi bagi kepentingan pendidikan dan penelitian, serta memperkuat narasi sejarah lokal Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari penguatan literasi masyarakat dan pengembangan branding daerah.

Buku "Jejak Aroma Teh Parakansalak Sukabumi" akan diterbitkan dalam format cetak (hardcover) dan digital (e-book). Selain itu, kegiatan tersebut juga menghasilkan dokumen transliterasi dan terjemahan arsip berbahasa Belanda ke dalam Bahasa Indonesia serta metadata arsip terintegrasi yang menghubungkan koleksi ANRI dan National Archives of the Netherlands.

Menurut concept note, penerbitan Naskah Sumber Arsip diharapkan mampu menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat mengenai sejarah Perkebunan Teh Parakansalak, memperkuat hubungan Indonesia dan Belanda melalui pelestarian shared cultural heritage, serta menyediakan sumber sejarah berbasis arsip primer bagi kepentingan penelitian dan pendidikan.

Baca Juga: Kasus Stunting Bantargadung Naik Jadi 280, Camat Akan Evaluasi MBG hingga PMT

Dalam kerja sama tersebut, ANRI bertugas melakukan penelusuran arsip nasional, transliterasi, penerjemahan, analisis historis, serta penyuntingan naskah. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Diarpus menyiapkan dukungan anggaran, mengoordinasikan peluncuran buku, serta diseminasi hasil publikasi. Sementara National Archives of the Netherlands menyediakan akses koleksi arsip terkait keluarga Van der Hucht dan arsip perkebunan kolonial serta melakukan verifikasi terhadap sumber primer dari Belanda.

Indah menambahkan, peluncuran Naskah Sumber Arsip "Jejak Aroma Teh Parakansalak Sukabumi" ditargetkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi pada 10 September 2026. Publikasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal pengembangan publikasi sumber arsip sejarah Kabupaten Sukabumi lainnya melalui kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, ANRI, dan National Archives of the Netherlands. (adv)

 

Berita Terkait
Berita Terkini