SUKABUMIUPPDATE.COM - World class university, begitu cita perguruan tinggi yang memiliki tagline Little Steps for Wide Vision, Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nusa Putra. Karenanya, sejak tiga tahun ke belakang, kampus ini mulai menerapkan konsep 1:80.
"Ke depan, satu mahasiswa asing berbanding dengan 80 mahasiswa lokal. Jadi, jika setiap tahun ada 800 mahasiswa lokal baru, berarti akan ada sepuluh mahasiswa asing baru," jelas Ketua STT Nusa Putra, Kurniawan, kepada sukabumiupdate.com, Minggu (26/11).
Cita itu memang bukan lagi sekadar konsep di atas kertas, tapi sudah sejak tiga tahun lalu diwujudkan. Buktinya, sudah banyak mahasiswa dan mahasiswi asing (internship) dari berbagai negara di Eropa menimba ilmu di Kampus Biru yang berlokasi di Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi ini.
"Semua mahasiswa asing di Nusa Putra, tidak hanya mempelajari politik dan ekonomi Indonesia dan ASEAN (Association of South East Asian Nation-red), tetapi mereka juga mempelajari budaya Indonesia, seperti membatik, dan seni tradisional lainnya," imbuh Kurniawan.
Ditambahkan oleh Doktor yang lulus cum laude dari Universitas Padjajaran, Bandung ini, STT Nusa Putra untuk sementara ini, hanya menerima mahasiswa asing dari Eropa. Selain untuk mengenalkan budaya Indonesia, juga sebagai upaya membangun persepsi positif di kalangan masyarakat Eropa mengenai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.
"Di Nusa Putra, mahasiswa asing dan lokal harus berbaur, bergaul, dan belajar bersama, tidak boleh ada sekat. Ini juga bertujuan untuk mengikis mental inperior bangsa Indonesia, khususnya warga Sukabumi, terhadap bangsa asing, terutama Eropa," imbuhnya.
Hingga saat ini, mahasiswa asing dari berbagai negara Eropa, sudah banyak yang pernah menimba ilmu di kampus ini, mereka antara lain dari Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Belanda, Slovakia, Inggris, Australia, Finlandia, Hungaria, Rusia, dan lainnya.
"Bahkan dalam beberapa tahun ke depan, tidak hanya mahasiswa asing saja yang akan kami datangkan, termasuk profesor dan guru besar pun akan kami rekrut dari luar," pungkas Kurniawan.
