Duka di Balik Kepulan Asap Tambang Emas Pongkor: 5 Gurandil Tewas, 3 Diduga Masih Terjebak

Sukabumiupdate.com
Rabu 21 Jan 2026, 10:29 WIB
Duka di Balik Kepulan Asap Tambang Emas Pongkor: 5 Gurandil Tewas, 3 Diduga Masih Terjebak

Tangkapan layar video viral yang menarasikan adanya pekerja terjebak asap tebal akibat ledakan di area tambang emas PT Antam Nanggung Bogor. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Duka menyelimuti insiden kepulan asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor. Peristiwa yang semula diklaim tidak menimbulkan korban jiwa itu kini berujung tragedi.

Sebanyak lima penambang emas ilegal atau gurandil dipastikan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya diduga masih terjebak di dalam lubang tambang.

Polisi mengonfirmasi kelima korban tewas akibat paparan gas beracun saat beraktivitas di area eks-tambang yang telah ditutup. Seluruh korban merupakan warga Kecamatan Sukajaya dan Nanggung.

"Lima orang, yaitu tiga warga Sukajaya dan kemudian dua warga Malasari, kecamatan Nanggung," kata Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna, dikutip dari suarabogor.id, Rabu (21/1/2026).

Tiga korban asal Kecamatan Sukajaya masing-masing bernama Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Sementara dua korban lainnya, Karta dan Kari, berasal dari Kecamatan Nanggung.

Baca Juga: Polisi Dalami Kabar Ledakan di Area Tambang Emas PT Antam Nanggung

AKP Ucup menjelaskan, evakuasi korban dilakukan bersama pihak PT Antam. Tiga korban pertama berhasil dievakuasi pada Minggu (18/1/2026) dini hari.

"Kita melaksanakan evakuasi sampai dengan jam 04.00 WIB dini hari itu," jelasnya.

Sementara dua korban lainnya dievakuasi pada malam hari secara mandiri oleh rekan-rekan korban atau warga setempat. Dengan demikian, total lima korban berhasil dikeluarkan dari dalam lubang tambang.

Terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai kemungkinan adanya korban lain, pihak kepolisian membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan warga. Polisi juga mendirikan posko siaga di tiga wilayah, yakni Polsek Nanggung, Polsek Leuwiliang, dan Polsek Cigudeg.

“Posko ini dibentuk agar masyarakat dari tiga kecamatan tersebut dapat melaporkan jika ada sanak saudara atau keluarga yang belum ditemukan,” jelas AKP Ucup.

Baca Juga: CEK FAKTA: Viral Video Macan Tutul Jawa di Pos 3 Gunung Salak Sukabumi

Evakuasi hingga kini masih terus dilakukan. Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah asap tebal yang masih mengepul dari dalam lubang tambang, sehingga menyulitkan proses pencarian.

“Kami belum bisa menembus lebih dalam karena kondisi masih berasap dan sangat berbahaya,” pungkasnya.

Sementara itu, Basarnas Kantor SAR Jakarta mengonfirmasi bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung. Diduga kuat, masih ada tiga orang yang terjebak di dalam perut bumi.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyebut tim SAR menghadapi tantangan besar berupa keterbatasan oksigen dan kondisi tanah yang labil.

“Kami melakukan asesmen di lokasi serta menghimpun informasi dari para saksi dan manajemen PT Antam sejak Minggu hingga Senin malam,” ujar Desiana.

Ia menegaskan, lokasi tersebut merupakan area eks-tambang yang telah ditutup oleh PT Antam dan tidak lagi digunakan untuk kegiatan operasional. Struktur di dalam lubang tambang dinilai tidak stabil dan mengandung udara beracun.

“Kondisi struktur di dalam area tambang tidak layak, terdapat pelapukan dan kandungan udara yang berbahaya bagi manusia,” tegasnya.

Baca Juga: 6 Desa di Sukabumi Masih Setia Gunakan Kayu Bakar untuk Memasak

Akses menuju lokasi korban juga sangat terbatas. Lubang tikus yang digali para penambang hanya berdiameter sekitar satu meter, sehingga tim SAR harus menggunakan peralatan khusus seperti Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan perlengkapan penyelamatan ruang terbatas.

Terpisah, CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ia menegaskan seluruh korban bukan karyawan maupun kontraktor PT Antam, melainkan penambang ilegal.

“PT Antam menempatkan aspek kemanusiaan dan keselamatan sebagai prioritas utama dalam penanganan kejadian ini,” ujarnya.

Agustinus menambahkan, tim gabungan yang terdiri dari PT Antam, kepolisian, BPBD, dan pemadam kebakaran telah melakukan evakuasi secara maksimal meski menghadapi tantangan berat.

“Tiga korban yang berhasil dievakuasi merupakan warga yang terjebak di area non-operasional Antam yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” tegasnya.

Sebelumnya, PT Antam sempat menyampaikan bahwa tidak terdapat korban jiwa saat peristiwa asap yang terjadi pada Selasa (13/1/2026). Klarifikasi terbaru ini sekaligus menegaskan status korban serta kembali menyoroti persoalan penambangan ilegal yang masih marak di sekitar kawasan tambang Pongkor.

Sumber: Suarabogor.id

Berita Terkait
Berita Terkini