SUKABUMIUPDATE.com - Upaya pemulangan Pahru (65 tahun) warga Kampung Babakan Peuteuy, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi yang dinyatakan meninggal karena tidak ada kabar selama 20 tahun hingga akhirnya ditemukan masih hidup di Malaysia terkendala biaya.
Adapun upaya pemulangan Pahru disebut membutuhkan biaya Rp 20 juta yang tidak disanggupi keluarga mengingat kondisi ekonomi keluarga di Sukabumi juga memiliki keterbatasan.
Kendati demikian, Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman mengatakan upaya pemulangan terus dilakukan dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi.
“Kami sudah koordinasi dengan Dinsos dan Disnaker. Kendalanya saat ini keluarga tidak sanggup membiayai kepulangan karena kondisi ekonomi yang kurang mampu,” ujar Ade kepada sukabumiupdate.com pada Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Duka di Balik Kepulan Asap Tambang Emas Pongkor: 5 Gurandil Tewas, 3 Diduga Masih Terjebak
Selain itu, komunikasi dengan pemilik rumah tempat Pahru selama tinggal di Malaysia juga terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan yang bersangkutan di Malaysia.
“Kami akan terus berusaha dan berupaya agar Mang Pahru bisa pulang ke Sukabumi. Hari ini kami juga akan kembali mendatangi Disnaker untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kabar mengejutkan sekaligus mengharukan datang dari Kampung Babakan Peuteuy, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi. Seorang warga bernama Pahru, yang selama 20 tahun tidak diketahui kabarnya dan bahkan telah dinyatakan meninggal dunia, ternyata masih hidup dan berada di Malaysia.
Baca Juga: CEK FAKTA: Viral Video Macan Tutul Jawa di Pos 3 Gunung Salak Sukabumi
Hal tersebut disampaikan oleh Hidayat (34 tahun ) warga Kampung Ciselut Desa Ciwalat, Kecamatan Pabuaran, salah satu keponakan Pahru. Ia mengatakan, keluarga sempat benar-benar meyakini Pahru telah meninggal dunia karena tak pernah ada kabar selama dua dekade terakhir.
Bahkan, keluarga sudah beberapa kali menggelar tahlilan. “Selama 20 tahun tidak ada kabar sama sekali. Kami sekeluarga mengira Mang Pahru sudah meninggal, bahkan tahlilan juga sudah dilakukan,” ujar Hidayat kepada Sukabumiupdate.com, Senin (19/1/2026).
Menurut Hidayat, Pahru meninggalkan kampung halamannya sekitar 20 tahun lalu untuk mengadu nasib ke Malaysia. Saat itu, ia bekerja sebagai buruh tani di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Serawak. Namun, setelah beberapa waktu bekerja, Pahru mengalami musibah.
“Katanya HP, KTP, dan paspornya hilang dicuri. Beberapa tahun kemudian, ia dipecat oleh perusahaan dengan alasan faktor usia,” jelas Hidayat.





