10 Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Diabetes

Sukabumiupdate.com
Rabu 21 Jan 2026, 10:00 WIB
10 Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Diabetes

Ilustrasi. Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Diabetes (Sumber : Pexels/NataliyaVaitkevich)

SUKABUMIUPDATE.com - Diabetes merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang, terutama dalam hal pola makan. Penderita diabetes harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan karena jenis makanan tertentu dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Jika tidak dikontrol, kondisi ini bisa memicu berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga kerusakan saraf. Oleh karena itu, mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dihindari menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan penderita diabetes.

1. Minuman Manis

Minuman manis seperti soda, teh manis kemasan, minuman energi, dan sirup mengandung gula dalam jumlah sangat tinggi. Gula cair lebih cepat diserap tubuh sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Inilah sebabnya minuman manis menjadi salah satu pantangan utama bagi penderita diabetes.

2. Jus Buah Kemasan

Meskipun terbuat dari buah, jus buah kemasan seringkali mengandung tambahan gula dan rendah serat. Tanpa serat, gula dari buah akan lebih cepat masuk ke aliran darah. Konsumsi jus buah kemasan dapat membuat kadar gula darah naik tanpa disadari.

Baca Juga: Mie atau Bihun: Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi Sehari-hari?

3. Nasi Putih

Nasi putih termasuk karbohidrat olahan dengan indeks glikemik tinggi. Makanan ini cepat dicerna dan dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, terutama jika dikonsumsi dalam porsi besar. Penderita diabetes disarankan membatasi nasi putih dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks.

4. Roti Putih dan Produk Tepung Olahan

Roti putih, mie dari tepung terigu, dan pasta biasa mengandung karbohidrat sederhana yang rendah serat. Jenis makanan ini dapat memicu lonjakan gula darah dan membuat penderita diabetes sulit menjaga kestabilan kadar gula.

5. Kue dan Makanan Manis

Kue, donat, biskuit manis, dan dessert lainnya mengandung kombinasi gula dan lemak yang tinggi. Konsumsi makanan manis secara rutin dapat memperburuk kontrol gula darah dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

6. Makanan Gorengan

Makanan yang digoreng seperti ayam goreng, kentang goreng, dan gorengan tepung mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi. Lemak berlebih dapat memperburuk resistensi insulin dan meningkatkan risiko penyakit jantung pada penderita diabetes.

Baca Juga: 6 Desa di Sukabumi Masih Setia Gunakan Kayu Bakar untuk Memasak

7. Sereal Manis

Banyak sereal sarapan mengandung gula tambahan dalam jumlah besar meskipun diklaim sebagai makanan sehat. Sereal manis dapat menyebabkan gula darah naik dengan cepat, terutama jika dikonsumsi tanpa protein atau serat tambahan.

8. Daging Olahan

Sosis, nugget, kornet, dan daging asap termasuk daging olahan yang tinggi lemak jenuh dan natrium. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, yang sering menjadi komplikasi pada penderita diabetes.

9. Produk Susu Tinggi Lemak dan Bergula

Susu full cream, yoghurt rasa buah, dan es krim mengandung lemak jenuh dan gula tambahan. Kombinasi ini dapat berdampak buruk pada kadar gula darah dan kesehatan jantung jika dikonsumsi terlalu sering.

10. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji umumnya tinggi gula, garam, dan lemak dalam satu sajian. Pola makan seperti ini dapat membuat kadar gula darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko komplikasi diabetes dalam jangka panjang.

Menghindari makanan tertentu bukan berarti penderita diabetes tidak bisa menikmati makanan yang lezat. Kunci utama pengelolaan diabetes adalah memilih makanan yang tepat, mengontrol porsi, dan menjaga pola makan seimbang. Dengan membatasi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan, penderita diabetes dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan meningkatkan kualitas hidup. 

Baca Juga: Muhammad Jaenudin: HUT ke-53, PDI Perjuangan Konsisten Berpihak pada Kebenaran dan Rakyat

Sumber: WHO, Healthline, Mayo Clinic

Berita Terkait
Berita Terkini