SUKABUMIUPDATE.COM - Pemerintah Indonesia selama 2014-2015 sudah menuntaskan sekitar 3,76 persen atau 6.007.486 juta orang buta aksara yang tersebar di seluruh provinsi.
Direktur Keaksaraan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Erman Syamsuddin, di Palu, Rabu(19/10), mengatakan, kawasan timur Indonesia menjadi daerah yang rawan dan padat buta aksara yang perlu untuk disentuh dengan berbagai program.
Sulawesi Tengah, kata dia, termasuk daerah yang rawan dan padat buta aksara sebelum 2010 karena masih banyak masyarakat buta aksara dan minim program penuntasan buta aksara.
"Namun Sulawesi Tengah begitu cepat keluar dari angka keaksaraan nasional dalam waktu lima tahun terakhir dengan melibatkan seluruh perangkat pemerintah penuntasan buta aksara," ujarnya.
Ia mengatakan penuntasan buta aksara tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan peran pemerintah semata, olehnya dibutuhkan kerja sama yang baik dengan menggandeng swasta dan kelompok-kelompok masyarakat.
Termasuk, sebut dia, memaksimalkan sanggar kelompok belajar, pegiat literasi, organisasi kemasyarakatan, organisasi pemuda, peran orang tua, yang didukung dengan UPT-UPT pemerintah.
"Pemerintah sangat berharap adanya keterlibatan aktif masyarakat lewat kegiatan-kegiatan literasi organisasi masyarakat dan kepemudaan, untuk mendorong minat baca masyarakat," ujarnya.
Dia berharap momentum peringatan hari keaksaraan nasional yang di gelar di Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah, dapat menambah semangat masyarakat dan pegiat literasi untuk terus mengajak masyarakat membaca.Â
Pemerintah Tuntaskan Enam Juta Buta Aksara
[object Object]
Selasa 18 Okt 2016, 23:41 WIB

Editor :
Tags :
Berita Terkini
Revitalisasi Pendidikan Vokasi Jabar: Sinkronisasi Kurikulum dengan Industri dan Kearifan Lokal
Science 23 Apr 2026, 22:42 WIB
Truk Fuso Bermuatan 4 Ton Sekam Padi Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara
Sukabumi 23 Apr 2026, 22:34 WIB
Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Food Tray MBG Jadi Tahanan Kota: Korban Ajukan Keberatan
Sukabumi 23 Apr 2026, 22:01 WIB
Dukung Kualitas Benih Unggul, Kadistanhorti Jabar Monev ke BBH Cimangkok Sukabumi
Inspirasi 23 Apr 2026, 21:52 WIB
Respons Wamenpora Taufik Hidayat atas Usulan Revitalisasi Stadion Suryakencana Sukabumi
Nasional 23 Apr 2026, 21:38 WIB
Media vs Influencer, Mencari Titik Temu di Tengah Inflasi Konten
Nasional 23 Apr 2026, 21:11 WIB
Supaya Gak Perlu Beli! Begini Cara Menanam Sawi di Polybag untuk Pemula
Life 23 Apr 2026, 21:00 WIB
Pemkot Sukabumi Siap Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa terkait Sampah hingga Infrastruktur
Sukabumi 23 Apr 2026, 20:58 WIB
Apel HKB 2026, Bupati Sukabumi: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya Sehari-hari
Sukabumi 23 Apr 2026, 20:23 WIB
Ustaz Khalid Basalamah Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
Nasional 23 Apr 2026, 20:13 WIB
Korbannya Komisioner Bawaslu Kota Sukabumi, Polisi Dalami Kasus Kredit Macet Tiba-tiba
Sukabumi 23 Apr 2026, 20:10 WIB
Bang Si Hyuk Diduga Langgar UU Pasar Modal, Polisi Ajukan Surat Penangkapan
Seleb 23 Apr 2026, 20:00 WIB
Audiensi dengan Wamenpora, Pemkot Sukabumi Bahas Revitalisasi Stadion Suryakencana
Nasional 23 Apr 2026, 19:58 WIB
Nuansa Berbeda di Halal Bihalal PCNU Sukabumi: Teladani Kyai Sepuh dan Jaga Tradisi
Sukabumi 23 Apr 2026, 19:37 WIB
381 Desa dan 5 Kelurahan Siap Berlaga, Diarpus Sosialisasikan Lomba Perpustakaan 2026
Sukabumi 23 Apr 2026, 19:11 WIB
RM BTS Diduga Merokok di Area Terlarang di Shibuya Jepang
Seleb 23 Apr 2026, 19:00 WIB
Aksi Nyata di Hari Bumi, Kolaborasi Pemdes Kalibunder-KNPI Sukabumi Targetkan 10 Ribu Pohon Ditanam
Sukabumi 23 Apr 2026, 18:58 WIB
Camat Cibadak Ungkap Hasil Audiensi Sengketa Lahan SPPG: Soal Operasional Dapur Kewenangan BGN
Sukabumi 23 Apr 2026, 18:14 WIB
Jalan Berlumpur dan Berdebu, Teror Truk Proyek Tol Bocimi Picu Kecelakaan di Cikujang
Sukabumi 23 Apr 2026, 18:12 WIB