Pemkot Sukabumi Siap Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa terkait Sampah hingga Infrastruktur

Sukabumiupdate.com
Kamis 23 Apr 2026, 20:58 WIB
Pemkot Sukabumi Siap Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa terkait Sampah hingga Infrastruktur

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi merespons tuntutan aksi unjuk rasa mahasiswa PMII di depan Balai Kota. (Sumber Foto: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memberikan respons positif terhadap aspirasi yang disampaikan oleh puluhan mahasiswa dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Balai Kota dan Gedung DPRD, Kamis (23/4/2026).

Massa aksi yang mengusung tema “112 Tahun Kota Sukabumi: Evaluasi Bukan Seremoni” diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi. Pemkot menyatakan komitmennya untuk segera membedah tuntutan mahasiswa terkait isu lingkungan, infrastruktur, hingga tata kelola pelayanan publik.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menyampaikan apresiasi atas kritik konstruktif yang dibawa oleh para mahasiswa sebagai kado di hari jadi kota yang ke-112. Ia memastikan pihaknya tidak akan membiarkan 11 tuntutan pokok tersebut menguap begitu saja.

“Terima kasih atas kritikannya. Insyaallah, sebagaimana yang dituntutkan kita akan siapkan dengan teman-teman SKPD, tuntutan ada 11 ya tadi,” ujar Andang kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Audiensi dengan Wamenpora, Pemkot Sukabumi Bahas Revitalisasi Stadion Suryakencana

Sebagai bukti keseriusan, Pemkot Sukabumi berencana mengundang PC PMII untuk berdialog secara mendalam dalam waktu dekat guna mencari solusi bersama atas persoalan-persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

“Jadi nanti kita jadwalkan paling telat Kamis depan, berarti sebelum Kamis depan nanti kita akan undang adik-adik mahasiswa PMII untuk berdialog dengan kami, dan kami akan melayangkan suratnya secepat mungkin,” kata Andang.

Menanggapi poin mendesak terkait penggunungan sampah di TPA Cikundul, Andang mengungkapkan bahwa Pemkot tengah melakukan percepatan dalam penyediaan anggaran operasional. Langkah-langkah taktis seperti pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) tambahan untuk alat berat di lokasi TPA menjadi fokus utama saat ini.

“Kami sudah membahas kebutuhan anggaran mendesak di TPA Cikundul, termasuk alat berat. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau keluhan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi TPA sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan kesehatan,” jelas Andang.

Diketahui dalam aksi tersebut, Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Fahmi Fauzi, menyampaikan sedikitnya 11 tuntutan pokok dan dua tuntutan mendesak kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Dalam orasinya, ia menekankan persoalan penumpukan sampah di TPA Cikundul yang hingga kini belum tertangani secara maksimal.

“Kami menuntut Pemerintah Kota Sukabumi segera menuntaskan penggunungan sampah di TPA Cikundul, memperluas ruang terbuka hijau, serta menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur yang masih dikeluhkan masyarakat.” ujar Fahmi.

Baca Juga: Korbannya Komisioner Bawaslu Kota Sukabumi, Polisi Dalami Kasus Kredit Macet Tiba-tiba

Selain itu, PMII juga menyoroti krisis fasilitas pendidikan, perlunya perhatian terhadap pelaku UMKM yang terdesak oleh ekspansi waralaba, hingga kebutuhan penyediaan hunian layak melalui rumah susun.

Isu lain yang turut disuarakan meliputi perbaikan tata kelola parkir dan pemberantasan pungutan liar, penyediaan ruang aman bagi perempuan, serta peningkatan kesejahteraan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Pelayanan publik harus diperbaiki secara menyeluruh agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah.” lanjutnya.

Tak hanya itu, massa juga mengkritisi arah kebijakan pembangunan Kota Sukabumi yang tertuang dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025-2029 dan RKPD 2026.

Lima prioritas pembangunan yang mencakup peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penataan kota, serta penguatan nilai inklusivitas dinilai belum sepenuhnya dirasakan, terutama oleh masyarakat di wilayah pinggiran.

Menurut mereka, berbagai persoalan baru justru terus bermunculan di kawasan tersebut sehingga diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah.

Aksi unjuk rasa tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, di Balai Kota. Sementara di Gedung DPRD Kota Sukabumi, massa ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asari dan anggota DPRD Feri Sri Astrina.

Berita Terkait
Berita Terkini