Hindari Fitnah, SMAN 1 Ciemas Sukabumi Putuskan Tak Lagi Terlibat Urus MBG

Sukabumiupdate.com
Rabu 08 Apr 2026, 16:13 WIB
Hindari Fitnah, SMAN 1 Ciemas Sukabumi Putuskan Tak Lagi Terlibat Urus MBG

Ilustrasi menu MBG (Sumber : BGN)

SUKABUMIUPDATE.com - Pihak SMAN 1 Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, resmi mengumumkan penundaan sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui unggahan di akun Facebook resmi sekolah. Sikap ini termuat dalam pengumuman resmi 043/TU.01.02/SMANSAC itu ditujukan kepada orang tua siswa, siswa/siswi, serta masyarakat di lingkungan sekolah. 

Dalam keterangannya, pihak sekolah menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan. Kepala SMAN 1 Ciemas, Ramdan Sutana Hadi, membenarkan adanya surat permohonan evaluasi terkait penyaluran MBG. 

Ia menegaskan, pihak sekolah menginginkan agar distribusi makanan dilakukan langsung oleh penyedia kepada siswa. “Intinya kami meminta kepada pihak dapur untuk mendistribusikan langsung ke siswa,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga: Melihat Trase Tol Bucirang: Sukabumi–Cianjur–Padalarang dan Lokasi Exit Tolnya

Dalam pengumuman tersebut, sekolah menjelaskan bahwa selama ini distribusi logistik makanan masih dibebankan kepada guru dan staf. Kondisi tersebut dinilai mengganggu fokus tenaga pendidik dalam menjalankan tugas utama pembelajaran dan evaluasi pendidikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Selain itu, langkah ini juga dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap profesi guru. Sekolah menilai adanya potensi risiko sosial serta tuduhan yang tidak berdasar terkait transparansi pengelolaan makanan di lapangan.

Pihak sekolah juga telah mengajukan permohonan kepada penyedia MBG, yakni SPPG Al-Mubarokah, agar menyediakan tenaga khusus untuk mendistribusikan makanan kepada siswa.

Baca Juga: Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

Sementara itu, Kepala SPPG Al-Mubarokah Ciwaru 1 Kecamatan Ciemas, Ernawati, membenarkan telah menerima surat dari pihak sekolah. Ia menjelaskan, polemik ini bermula dari kejadian di salah satu sekolah dasar.

“Awalnya ada kejadian di SDN Tegalcaringin, ada anak yang tidak sekolah namun jatah MBG-nya mau diambil. Oleh pihak sekolah tidak diberikan dengan tujuan agar menjadi perhatian supaya siswa lebih giat masuk sekolah,” jelasnya.

Menurut Ernawati, kejadian tersebut kemudian ramai di media sosial dan memicu berbagai komentar, termasuk dari orang tua siswa di SMAN 1 Ciemas yang mempertanyakan distribusi jatah MBG jika siswa tidak hadir. “Hal itu mungkin membuat pihak sekolah tidak ingin disalahpahami atau difitnah, sehingga muncul keputusan tersebut,” katanya.

Baca Juga: DPRD Sukabumi Minta Dinas Siapkan Langkah, Cegah Kecurangan Timbangan Ikan Terulang

Ia menambahkan, sebenarnya distribusi MBG telah memiliki acuan dan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. Pihaknya juga sudah berupaya berkoordinasi dengan sekolah, namun hingga kini belum ditemukan solusi.

Akibat penundaan ini, penyaluran MBG untuk sekitar 500 penerima manfaat di SMAN 1 Ciemas telah terhenti selama hampir dua pekan.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini