7 Bintang Metal yang Berani Kawin Silang dengan Pop dan Hip-Hop

Sukabumiupdate.com
Sabtu 29 Nov 2025, 08:06 WIB
7 Bintang Metal yang Berani Kawin Silang dengan Pop dan Hip-Hop

Ketika DeadSquad Bertemu Opera Isyana: Inilah Kolaborasi Metal Terbaik Sepanjang Masa (Foto:@Isyanasarasvati/youtube)

SUKABUMIUPDATE.com - Musik adalah ranah tanpa batas, dan sejarah sering membuktikan bahwa karya-karya paling memukau justru lahir dari persimpangan genre yang tidak terduga. Di kancah musik cadas, fenomena kolaborasi antara band metal atau rock ekstrem dengan penyanyi solo, vokalis pop, atau bahkan musisi klasik telah menjadi tren yang berani dan revolusioner. Langkah ini tidak sekadar menghasilkan lagu baru, melainkan sebuah pernyataan artistik yang menantang purisme genre, menunjukkan fleksibilitas dan kedewasaan musisi untuk saling mengisi tanpa kehilangan identitas mereka yang keras dan tegas.

Kolaborasi lintas batas ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan audiens dari spektrum yang berbeda. Ketika technical death metal berpadu dengan vokal opera atau nu metal bertemu hip-hop legendaris, hasilnya adalah sound yang membawa nuansa metal ke telinga yang lebih mainstream, sekaligus memamerkan kedalaman musikalitas dari para penampil non-metal. Mulai dari panggung Tanah Air dengan perpaduan Isyana Sarasvati dan DeadSquad, hingga panggung global yang menyatukan Ozzy Osbourne dan Post Malone, berikut adalah tujuh kolaborasi terbaik yang berhasil memecahkan sekat-sekat musik dan melahirkan masterpiece cadas yang tak lekang oleh waktu.

Fenomena crossover antara band metal dengan penyanyi solo atau vokalis dari genre yang berbeda telah melahirkan karya-karya monumental, memecahkan sekat-sekat musik dan menjangkau audiens yang lebih luas. Dari panggung Indonesia hingga kancah global, inilah tujuh kolaborasi terbaik yang berani menyatukan dua dunia yang kontras.

Baca Juga: Di Indonesia Kamu 'Tua', Di Panggung Global Kamu 'Expert' Kenapa Perspektif Usia Berbeda Jauh?

Isyana Sarasvati penyanyi Pop si Paling metal! dalam video musik Youtube: Isyana Sarasvati feat. DeadSquad - IL SOGNOIsyana Sarasvati penyanyi Pop si Paling metal! dalam video musik Youtube: Isyana Sarasvati feat. DeadSquad - IL SOGNO

Kolaborasi Cadas dari Indonesia

  1. Isyana Sarasvati x DeadSquad: Opera Metal yang Mengejutkan

Pertemuan antara Isyana Sarasvati, seorang komposer dengan latar belakang klasik/seriosa, dan band technical death metal DeadSquad adalah salah satu yang paling berani dan mengejutkan di skena musik Indonesia modern. Kolaborasi yang secara resmi dirilis dalam lagu "Il Sogno" (The Dream) ini menyajikan perpaduan yang tak terduga: vokal seriosa Isyana yang merdu dan melengking berhadapan langsung dengan growl beringas dan riff Death Metal yang rumit khas DeadSquad. Isyana bahkan menunjukkan keberaniannya dalam eksplorasi vokal ekstrem, menampilkan teknik growl yang mengesankan, memadukan dunia opera dengan agresi technical metal.

Kolaborasi ini sukses menjembatani dua kutub genre yang sangat berbeda dan mendapat sorotan luas, membuktikan kedewasaan musisi Indonesia dalam bermusik. "Il Sogno" tidak hanya menciptakan sound yang unik, sering disebut mendekati Symphonic Gothic Metal yang megah, tetapi juga berhasil membawa sound metal yang kompleks ke audiens mainstream melalui sosok Isyana, menjadikannya tonggak penting dalam sejarah crossover musik cadas Tanah Air.

  1. Fadly Padi x Burgerkill: Emosi di Balik Agresi

Kolaborasi antara Fadly (vokalis band pop/rock melodius Padi) dan Burgerkill (band metalcore/death metal legendaris) dalam lagu "Tiga Titik Hitam" adalah sebuah sejarah emas di kancah metal Indonesia. Lagu yang terdapat di album legendaris Berkarat (2003) ini memadukan sound metal yang intens dan intimidatif dengan vokal Fadly yang melodius dan penuh penghayatan. Kehadiran vokal Fadly memberikan kedalaman emosional dan narasi yang kuat, berpadu dengan lirik puitis yang dibacakan oleh mendiang vokalis Burgerkill, Ivan Scumbag.

Dampak dari kolaborasi ini sangat signifikan, menunjukkan bahwa musik cadas pun bisa memiliki sisi lembut dan diterima secara luas. "Tiga Titik Hitam" berhasil mengantar Burgerkill meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada tahun 2004, menjadi bukti nyata bahwa sound metal yang kompleks dan kolaborasi lintas genre dapat diakui oleh industri musik mainstream.

Baca Juga: Buronan Dikejar Polisi Bukan Karena Bikin Musik Pakai AI, Tapi Menipu!

Dampak dari kolaborasi BurgerKill & Fadly Padi menunjukkan musik cadas memiliki sisi lembut dan diterima secara luas.Dampak dari kolaborasi BurgerKill & Fadly Padi menunjukkan musik cadas memiliki sisi lembut dan diterima secara luas (foto credit: @BurgerKill).

  1. Seringai x Danilla Riyadi: Doom Metal dengan Kehalusan Vokal

Band high-octane rock/metal Seringai berkolaborasi dengan solois indie pop/jazz, Danilla Riyadi, dalam lagu "Ishtarkult" yang dirilis pada album Seperti Api (2018). Kolaborasi ini menarik perhatian karena menyatukan sound Seringai yang dikenal garang, rebellious, dan cenderung bernuansa Doom Metal dengan karakter vokal Danilla yang lembut, halus, dan sangat atmosferik. Kontras vokal ini memberikan dimensi baru pada lagu yang berat tersebut.

Kehadiran vokal Danilla memberikan sentuhan yang tenang dan melankolis di tengah riff gitar Seringai yang berat dan tempo yang cenderung lambat, sesuai dengan karakteristik Doom Metal. Kolaborasi ini memperkaya tekstur musik Seringai, membuktikan fleksibilitas mereka dalam menggabungkan elemen vokal dari luar spektrum rock yang keras tanpa kehilangan identitas mereka sebagai band cadas.

  1. Koil x Ahmad Dhani (The Rock): Industrial Metal Bertemu Musisi Mainstream

Kolaborasi antara band industrial rock/metal asal Bandung, Koil, dengan musisi mainstream sekelas Ahmad Dhani (melalui proyeknya The Rock) sempat menjadi perbincangan panas di kalangan penggemar setia Koil. Kolaborasi ini terjadi pada single "Kenyataan Dalam Dunia Fantasi". Koil, yang dikenal dengan sound industrial mereka yang gelap, raw, dan tanpa kompromi, setuju untuk merilis ulang lagu tersebut dengan sentuhan yang lebih mudah dicerna oleh pasar luas, dengan bantuan interpretasi dari Ahmad Dhani.

Langkah ini dilihat oleh sebagian penggemar garis keras sebagai kompromi, tetapi oleh Koil dan Dhani, hal ini dianggap sebagai upaya untuk membawa sound industrial metal Koil ke audiens yang lebih besar. Meskipun Koil akhirnya tetap mempertahankan jalur musiknya yang ekstrem, kolaborasi ini tercatat sebagai salah satu upaya paling berani dalam menjembatani skena underground yang kultus dengan kekuatan industri musik mainstream yang dikuasai oleh Dhani pada saat itu.

Baca Juga: Ras Muhamad Jadi Sorotan di Festival Musik Rise Up Unity 2025

Kolaborasi Koil dengan musisi mainstream seperti Ahmad Dhani (melalui proyeknya The Rock) dalam lagu "Kenyataan Dalam Dunia Fantasi" sempat menjadi momen yang sangat kontroversial dalam sejarah industrial metal Indonesia. Langkah ini dilihat oleh sebagian penggemar garis keras sebagai upaya kompromi Koil dengan pasar mainstream demi popularitas. Kontroversi ini muncul karena Koil dikenal sebagai band underground yang sangat purist dengan sound gelap dan raw, dan re-recording lagu di bawah bendera The Rock dianggap melunakkan esensi industrial Koil. Reaksi atas kolaborasi ini bahkan membuat vokalis Koil, Otong, secara terbuka memberikan perspektifnya. Otong menyatakan bahwa ia menyadari risiko artistik dari kolaborasi tersebut dan menegaskan bahwa ia meminta para penggemar Koil untuk kembali ke versi otentik, terutama saat terjadi gejolak politik di Indonesia yang melibatkan para anggota DPR beberapa waktu silam. Menurutnya, versi yang otentik adalah yang dimainkan dan direkam secara independen oleh Koil sendiri, menunjukkan bahwa meski pernah mencoba bersentuhan dengan ranah mainstream, integritas artistik industrial metal Koil harus tetap dijaga di atas segalanya.

Kolaborasi Koil dengan musisi mainstream seperti Ahmad Dhani (melalui proyeknya The Rock) dalam lagu Kolaborasi Koil dengan musisi mainstream seperti Ahmad Dhani (melalui proyeknya The Rock) dalam lagu "Kenyataan Dalam Dunia Fantasi"

Keberanian untuk mendobrak batas genre ini ternyata tidak hanya menjadi fenomena lokal di Indonesia. Di kancah musik internasional, eksperimen serupa telah melahirkan kolaborasi yang sama-sama spektakuler, mempertemukan ikon heavy metal dan nu metal dengan superstar dari dunia hip-hop, pop, bahkan musisi dengan latar belakang gothic. Kolaborasi global ini membuktikan bahwa bahasa musik cadas memiliki daya tarik universal, siap berinteraksi dengan ritme dan melodi dari manapun, dan siap menghasilkan masterpiece yang mengubah peta industri musik dunia.

Kolaborasi Metal Internasional

  1. Ozzy Osbourne x Post Malone x Travis Scott: Lintas Generasi Hip-Hop dan Metal

Kolaborasi ini adalah salah satu yang paling tidak terduga dan lintas batas di kancah global, menyatukan legenda heavy metal Ozzy Osbourne (Black Sabbath) dengan hip-hop superstar Post Malone dan rapper/produser Travis Scott dalam lagu "Take What You Want" (2019). Lagu ini merupakan perpaduan unik antara beat hip-hop modern, melodi gitar yang melankolis, dan sentuhan trap, namun disempurnakan oleh penampilan vokal dramatis Ozzy Osbourne yang khas dan emosional di bagian akhir lagu.

Kolaborasi tiga generasi dan genre ini membuktikan runtuhnya sekat-sekat musik di era digital. Kehadiran Ozzy Osbourne memberikan legitimasi rock dan sentuhan heavy metal ballad yang mengejutkan di tengah nuansa pop dan emo-rap Post Malone. Keberhasilan komersial lagu ini juga membawa sound dari "Pangeran Kegelapan" ke telinga audiens muda mainstream yang lebih luas.

Baca Juga: AMI AWARDS 2025: Kebangkitan Musik Emo dan 'Serana' For Revenge Jadi Bukti Lagu Patah Hati Berjaya!

  1. Linkin Park x Jay-Z: Crossover yang Mendefinisikan Era

Proyek kolaborasi antara band nu metal/alternative rock Linkin Park dan rapper legendaris Jay-Z mencapai puncaknya dengan dirilisnya album mash-up resmi, "Collision Course" (2004). Album ini menggabungkan lagu-lagu hits kedua belah pihak, di mana lagu seperti "Numb/Encore" menjadi sangat ikonik. Karya ini bukan sekadar remix sederhana, melainkan penataan ulang live yang cerdas, memadukan heavy riff dan vokal emosional Linkin Park dengan ritme hip-hop dan flow cerdas dari Jay-Z.

Collision Course sukses secara komersial dan kritis, memenangkan Grammy Award untuk Best Rap/Sung Collaboration. Kolaborasi ini mendefinisikan era crossover antara rock dan hip-hop di awal tahun 2000-an, menunjukkan sinergi yang luar biasa antara agresi nu metal dan ketajaman lirik hip-hop, memberikan cetak biru bagi banyak proyek hybrid genre setelahnya.

Korn feat. Amy Lee: Freak On A LeashKorn feat. Amy Lee: "Freak On A Leash" Live in Denver Aug 2022

  1. Amy Lee (Evanescence) x Korn: Keindahan dalam Kegelapan

Kolaborasi ini menyatukan dua kekuatan besar dari spektrum musik keras, yaitu Amy Lee (vokalis gothic metal Evanescence) dan band pelopor nu metal Korn. Momen paling ikonik terjadi dalam acara MTV Unplugged pada tahun 2007, di mana Amy Lee bergabung di panggung untuk membawakan lagu klasik Korn, "Freak on a Leash," dalam format akustik.

Penampilan ini sangat kontras dan memukau: vokal soprano Amy Lee yang indah, melengking, dan operatik berpadu dengan scat dan growl gelap dari Jonathan Davis. Aransemen akustik semakin menonjolkan kekuatan vokal dan kedalaman emosional lagu tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan harmoni yang mengejutkan antara dua gaya vokal metal yang berbeda, menjadikannya salah satu momen paling berkesan dalam sejarah Unplugged dan diakui sebagai jembatan artistik antara gothic metal dan nu metal.

Ketujuh kolaborasi ini, mulai dari perpaduan opera Isyana Sarasvati dengan technical death metal DeadSquad hingga pertemuan heavy metal Ozzy Osbourne dengan hip-hop Post Malone, menegaskan satu kebenaran universal: musik cadas bukanlah genre yang kaku, melainkan sebuah platform yang dinamis untuk eksperimen tak terbatas. Aksi mendobrak sekat-sekat genre ini tidak hanya menghasilkan sound yang unik dan tak terduga, tetapi juga menunjukkan kematangan dan keberanian musisi untuk saling menghormati keragaman musikalitas.

Deretan kolaborasi epik tersebut adalah bukti nyata bahwa melodi yang indah dan agresi yang brutal dapat berharmoni sempurna, memperkaya khazanah musik dunia dan memastikan bahwa rock dan metal akan terus relevan, siap berinteraksi dengan genre apa pun di masa depan.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini